Hukum Puasa Untuk Orang Yang Sedang Bepergian - CUC

Sunday, 12 March 2017

Hukum Puasa Untuk Orang Yang Sedang Bepergian

Puasa bagi orang musafir

Berbuka bagi orang musafir/bepergian merupakan rukshah/ keringanan yang diberikan Allah SWT. Allah SWT berfirman:

"Barang siapa yang sakit atau bepergian, maka dihitung (puasanya) pada hariyang lain". (QS.AI Baqarah: 185)






Mana yang lebih utama berbuka atau puasa bagi mereka? 

Imam Syafi'i, Malik, dan Abu Hanifah menyatakan bahwa puasa adalah lebih baik apabila mereka mampu (tidak dirasa memberatkan) mereka berhujjah dengan firman Al­lah SWT:

"Dan puasa lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui" (QS:Al-Baqarah: 184).

Akan tetapi jika mereka tidak mampu, maka berbuka adalah lebih baik baginya. Allah SWT berfirman:

"Allah SWT mengendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" (QS:Al-Baqarah:185).


Jarak Safar Yang Diperbolehkan Untuk Berbuka

Adapun jarak safar yang diperbolehkan untuk berbuka, Imam Syafi'i, Ahmad dan Imam Malik berpendapat bahwa batas paling dekat dimana seorang musafir diperbolehkan berbuka adalah 48 mil atau 84 Km.

No comments:

Post a Comment