Godaan Syetan - CUC

Sunday, 20 May 2018

Godaan Syetan

Godaan Syetan

Mereka itulah hamba-hamba-Nya yang tiada kekuatan bagi musuh untuk menguasainya. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ

"Sesungguhnya hamba-hamba-ku tidak ada kekua­saan bagimu (iblis) terhadap mereka.'' (QS Al-Hijr: 42)

Karena musuh Allah Iblis mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak akan menyerahkan hamba-Nya kepadanya, dan tidak akan memberikan kekuatan untuk menguasai mereka, maka Iblis berkata:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
"Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." (QS Shaad: 82-83).

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقاً مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ. وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ

"Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akherat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu ." (QS Saba': 20, 21)

Allah tidak akan memberikan jalan bagi musuh-musuh-Nya untuk menguasai hamba-hamba-Nya yang beriman, karena mereka berada dalam pe­meliharaan, perlindungan dan penjagaan-Nya. Jika musuh mampu memangsa salah satu di antara ham­ba-Nya, maka hal itu seperti layaknya pencuri me­nyergap seseorang yang lengah, hal ini adalah perkara yang wajar. Karena seorang hamba ter­kadang terjerumus ke dalam kelalaian, syahwat dan marah. Syetan masuk melalui tiga pintu tersebut, kendati seorang hamba telah berjaga-jaga, namun ada saat di mana ia lengah, mengikuti syahwat dan marah. Adam, nenek moyang manusia adalah makh­luk yang paling lembut, paling cemerlang akalnya dan paling kokoh, namun demikian musuh Allah ber­hasil pula menjerumuskan ke tempat yang dia ke­hendaki. Lantas bagaimana pendapat anda terhadap seseorang yang tingkat akalnya dibandingkan Adam laksana buih dalam lautan?

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

No comments:

Post a Comment