MENANGIS KETIKA TERTINGGAL SHALAT BERJAMA'AH

MENANGIS KETIKA TERTINGGAL SHALAT BERJAMA'AH

Jamak diketahui orang bahwa perbandingan derajat shalat sendirian dengan shalat berjama'ah adalah "shalat berjama'ah 27 derajat lebih utama dari pada shalat sendirian". Dalam riwayat lain disebutkan 25 derajat. Intinya shalat berjama'ah itu lebih utama daripada shalat sendirian. Saking utama dan pentingnya shalat berjama'ah, para ulama ini menyesal dan menangis jika ketinggalan shalat berjama'ah.

• Muhammad bin al-Mubarok berkata,
"Sa'id bin Abdul Aziz apabila tertinggal shalat berjama'ah menangis." 
(Tadzkirotul Huffazh 1/219)

• Maimun bin Mihran mendatangi masjid, maka dikabarkan kepadanya bahwasanya orang-orang sudah selesai shalat.
Ia pun berkata, 
"INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN, Sungguh! Keutamaan shalat ini lebih aku sukai daripada menguasai Iraq."

• Abu Hatim al-'Ashom mengatakan, 
"Aku tertinggal dari shalat jama'ah, maka tidak ada yang menta'ziyahku (menghibur untuk mengurangi kesedihan) selain Abu Ishaq al-Bukhari. Seandainya salah seorang anakku meninggal dunia pasti akan ada lebih dari 10 ribu manusia yang menta'ziyahku.
KARENA MUSHIBAH AGAMA LEBIH RINGAN BAGI MANUSIA DARIPADA MUSHIBAH DUNIA."

• Syaikh Abdul Wahid al-Madkhali berkata,
"Suatu ketika aku bersama Syaikh Rabi'. Namun ternyata kami tertinggal dari jama'ah pertama. Maka beliau beristirja' (mengucapkan innalillahi wa inna illaihi roji'un).
Beliau mengucapkannya beberapa kali, beristirja' sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri (tanda kesedihan dan penyesalan)."

Sekarang bagaimana dengan kita? Menyesal dan menangis tidak jika ketinggalan shalat berjama'ah di masjid atau musholla sekitar kita? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Hadaanaa-allaahu ash-shiroot al-mustaqiim. Wallaahu al-musta'aan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "MENANGIS KETIKA TERTINGGAL SHALAT BERJAMA'AH"

Post a Comment

Memuat...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel