Hakikat Mengagungkan Perintah dan Larangan - CUC

Monday, 2 July 2018

Hakikat Mengagungkan Perintah dan Larangan

Hakikat Mengagungkan Perintah dan Larangan

Alangkah indahnya apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam tentang indikasi mengagung­kan perintah dan larangan:

"Yakni tidak menyalahinya dengan meremehkan­nya dan tidak pula menyalahinya dengan melewati batas dari yang telah ditetapkan, dan tidak memba­wa keduanya sebagai sumber penyakit yang akan melemahkan ketundukan."

Maksud dari kalimat beliau adalah bahwa ting­katan pertama dalam mengagungkan Allah عزّوجلّ ada­lah dengan mengagungkan perintah dan larangan-Nya. Yang demikian itu karena seorang mukmin ber-ma'rifah kepada Rabbnya Ta'ala melalui risalah yang dibawa oleh Rasulullah صلي الله عليه وسلم bagi seluruh manusia. Se­bagai tuntutannya adalah tunduk terhadap perintah dan larangan-Nya. Yang demikian itu tidak akan te­realisasi melainkan dengan mengagungkan perintah Allah عزّوجلّ, lalu mengikutinya dan mengagungkan la­rangan-Nya lalu menjauhinya. Sehingga perhatian seorang mukmin terhadap perintah dan larangan Allah adalah indikasi akan pengagungannya kepada Yang memerintah dan melarang (yakni Allah). Maka sesuai dengan kadar pengagungan inilah seseorang dapat berbuat kebajikan sebagai realisasi dari iman, pembenaran, lurusnya aqidah dan kebenciannya ter­hadap nifak akbar.

Karena terkadang seseorang melakukan perintah namun karena ingin dilihat orang, ingin meraih ke­dudukan dan kehormatan di tengah-tengah mereka. Begitupula dia meninggalkan larangan namun se­mata-mata karena takut jatuh kewibawaannya di hadapan manusia, takut penderitaan dunia seperti hukuman yang telah ditetapkan syari'at bagi yang melanggarnya. Apa yang dikerjakan tersebut bu­kanlah wujud dari pengagungannya terhadap pe­rintah dan larangan, bukan pula terhadap Yang memberi perintah dan larangan.

No comments:

Post a Comment