March 2016 - CUC

Thursday, 10 March 2016

Saldo Rekening Cuma 500 Ribu Mendadak Jadi Rp 99,9 Triliun Lebih, Bikin Pemiliknya Ini Kaget

23:25 0
Saldo Rekening Cuma 500 Ribu Mendadak Jadi Rp 99,9 Triliun Lebih, Bikin Pemiliknya Ini Kaget
Bisa Dikategorikan Kejujuran yang Langka di Zaman Semua Serba Diukur Dengan Materi

Kejadian aneh tapi nyata dalam dunia perbankan dialami warga Pangkalan Kerinci, Tomedy (32). Isi rekening Bank Mandiri miliknya mendadak hampir Rp 100 Triliun dalam dua hari.

Belum diketahui apa penyebab rekening Mandiri milik Tomedy yang seharusnya tidak sampai Rp 500 ribu, meledak jadi puluhan triliun rupiah. Apakah adanya permainan hacker atau lantaran kebobrokan sistem yang dimilik Bank Mandiri kantor cabang Pangkalan Kerinci. Peristiwa aneh ini telah dilaporkannya ke kantor Bank Mandiri.

"Untuk sementara, katanya rekening saya diblokir dulu. Mereka juga tidak tahu kok bisa terjadi seperti itu," ujar Tomedy kepada tribunpekanbaru, Kamis (10/3/2016).

Pria yang berkerja sebagai wartawan di salah satu surat kabar mingguan ini menceritakan rekening gendut miliknya.

Awalnya pada Selasa (8/3/2016) siang, ia berniat menyetorkan uang sebanyak Rp 250 ribu ke rekeningnya.

Setelah mendatangi kantor Bank Mandiri yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), tepat disamping Mapolsek Pangkalan Kerinci.


Namun lantaran antrian panjang di depan kasir, Tomedy mengurungkan niatnya dan menyambangin ATM dengan layanan setoran tunai, disamping kantor bank.

Lima lembar uang pecahan Rp 50 ribu dimasukan ke mesin.

Setelah mesin berproses dan transaksi berhasil, kertas resi penyetoranpun keluar.

Sepertibiasa, kertas itu dilipatnya jadi pembungkus ATM dan dimasukan ke kantong kecil didompetnya.

Tanpa ada rasa curiga, pemuda lajang ini bergegas pulang ke rumah.

"Sampai di rumah, saya iseng-iseng melihat struk (resi) dan saya kaget melihat saldo terakhirnya.

Kalau boleh jujur, uang saya mungkin tak sampai Rp 500 ribu di dalamnya," urainya.


Padahal saldo yang tertera hampir Rp 1 Miliar atau mencapai Rp 999.964.882,-.
Belum percaya dengan angka yang tertulis di kertas resi, ia mencoba melakukan transaksi pengecekan saldo terakhir, melalui layanan SMS Banking.

Rasa herannya semakin menjadi-jadi dan isinya meledak nyaris mencapai Rp 100 triliun atau sekitar Rp 99.999.999.648.821,-.

Janggal dengan isi rekening yang batas maksimal penarikan hanya Rp 5 juta itu, Tomedy kembali mendatangi kantor Bank Mandiri meski jam pelayanan hampir ditutup.

Setelah menceritakan seluruh kejadian kepada costumer service (CS), pegawai bank itu heran dan penasaran.

Petugas CS itu pun berkonsultasi dengan pimpinan terkait transaksi janggal itu.

"Katanya baru kali ini terjadi seperti itu. Mereka juga tidak tau bagaimana itu bisa terjadi dan dari mana asal uangnya. Sementara saya diminta menunggu, sampai sekarang belum ada kabarnya," tambah Tomedy.

Ia masih menyimpan kertas resi transaksi setor tunai mencapai Rp 999 juta lebih dan sms banking yang hampir Rp 100 T yang dikirim dari nomor 3355 yang merupakan nomor layanan sms banking Bank Mandiri. (*)

Jadi Viral di Medsos, Tomedy Pemilik Rekening Rp 100 T Nonaktifkan Akun Facebooknya
 
Warga Pangkalan Kerinci, Tomedy Marbun (32), pemilik rekening Bank Mandiri berisi hampir Rp 100 Triliun semakin banyak diperbincangkan. Akibat kejadian aneh dunia perbankan yang menimpanya.

Menurut Tomedy, banyak orang yang menghubungi dirinya dan jumlahnya tak terhitung lagi. Tidak hanya melalui telepon saja, ia juga dicecar orang melalui akun media sosial (medsos) miliknya seperti Blakberry Mesanger (BBM) dan Facebook.com.

"Makanya (akun) facbookku aku nonaktifkan sementara. Terlalu banyak yang komentar atau nge-tag. Jadi pusing awak," ujar pria lajang ini.

Lelaki berdarah Batak ini, tidak menyangka hingga kini jika rekening janggal miliknya menjadi topik hangat dimana-mana. Hanya saja, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bank Mandiri, terkait kejadian ini.
 
Tomedy Pemilik Rekening Bank Mandiri Rp 100 Triliun Jadi Buruan Wartawan Lokal Hingga Nasional 
Tomedy Marbun (32), pemilik rekening Bank Mandiri berisi hampi Rp 100 Triliun mendadak jadi terkenal. Warga Pangkalan Kerinci, Pelalawan ini ramai diberitakan media online dan surat kabar hingga televisi hingga Jumat (11/3/2016).

Bahkan sempat menjadi viral di Media Sosial (Medsos) dan menjadi topik hangat bagi netizen. Banyak yang tak percaya dan mempertanyakan kejadian dalam pemberitaan. Tidak sedikit juga memuji niat baik Tomedy yang mengembalikan rekening gendutnya ke Bank Mandiri cabang Pangkalan Kerinci.

Saat dihubungi tribun, Tomedy mengaku menjadi buruan wartawan mulai media lokal hingga media nasional. Bahkan saat dihubungi, ia sedang wawancara dengan salah satu televisi nasional di rumahnya. Tak terhitung lagi warta yang menghubunginya.

"Kadang ku matikan telepon. Karena terlalu banyak yang menghubungi. Selain wartawan, banyak kawan-kawan yang nanya kebenaran beritanya," ujar pria yang bekerja sebagai wartawan di salah satu surat kabar mingguan ini.

Dijelaskannya, diri sampai saat ini belum percaya jika mengenang kejadian aneh dalam dunia perbankan tersebut. Namun hingga kini belum ada informasi resmi dari pihak Bank Mandiri terkait rekening janggal ini. (sumber: tribunnews.com)

Wednesday, 9 March 2016

Awan Menyerupai Orang Sedang Rukuk

23:50 0
Awan Menyerupai Orang Sedang Rukuk
Gerhana matahari atau bulan adalah salah satu tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Demikian keterangan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Dibalik fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi Rabu kemarin (9/3/2016) masih menyisakan cerita bagi warga Kota Palembang, pada hari ini Kamis (10/3/2016).

Setelah heboh seseorang memotret awan berlafaz Allah SWT saat detik-detik GMT, kini ada pula seorang pengguna instagram yang memposting foto awan yang berbentuk orang sedang melakukan gerakan salat, rukuk.

Awan yang berada di bawah GMT itu dipotret oleh Budi Surianto dengan akun instagram budisurianto.

Dalam foto itu terlihat gumpalan awalan yang berkumpul di satu titik.

Diamati lebih jelas memang tampak seperti orang yang sedang rukuk.

Sebelumnya sebuah foto yang diambil warga dari pinggir Sungai Musi Palembang menggambarkan awan berbentuk lafaz Allah saat Gerhana Matahari Total (GMT), Rabu (9/3/2016), mendadak heboh dan menjadi viral di sosial media (sosmed) Instagram.


Foto diabadikan seorang warga yang mengabadikan awan kecil berlafaz Allah berada di sudut bagian kiri awan hitam pekat yang menutupi gerhana matahari.
Gambar tersebut pertama kali diposting oleh pemilik akun @trimey sekitar pukul 09.00 atau sesudah fenomena langkah itu berakhir.

Dalam akun instagram itu, ia menuliskan kata "ALLAHUAKBAR!! Lafaz Allah terlihat.

Allah menunjukkan kuasanya di saat kami lagi berzikir. Diambil dari mushola di pinggir pelataran Sungai Musi pukul 07.04.

Fenomena gambar berlafaz Allah itu langsung mendapatkan tanggapan dari netizen.

Terlihat sejak diposting hingga pukul 21.00 WIB, foto tersebut telah disukai sebanyak 3.676 orang. (tribunnews.com)

Kapan Kita Dapat Menyaksikan Gerhana Matahari Total Terjadi Lagi?

23:26 0
Kapan Kita Dapat Menyaksikan Gerhana Matahari Total Terjadi Lagi?
Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu, (9/3) pagi menyapa 12 wilayah provinsi di Indonesia mulai dari Bengkulu (Muko-Muko), Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah sampai Maluku Utara.

Sekitar 50 ribu warga mengikuti shalat gerhana matahari di Masjid Al-Akbar Surabaya. Shalat gerhana dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH. Abdusshomad Buchori, Rabu (9/3).

Selain jamaah yang berada di dalam masjid, ribuan orang lainnya terpantau menyaksikan gerhana matahari menggunakan kacamata khusus maupun teropong yang disiapkan di halaman masjid.

Satu di antara jamaah maupun warga di sana adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang datang bersama dua anaknya. Ditemui usai menunaikan shalat dan menyaksikan gerhana matahari, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan bahwa fenomena ini adalah kuasa Allah SWT, sehingga manusia wajib mensyukurinya.

Gerhana matahari sebagian di Surabaya mencapai 83,08 persen yang tepat dimulai pukul 06.21 WIB, kemudian mencapai puncaknys pada 07.25 WIB, dan berakhir pada 08.39 WIB.
 
Anda ingin kembali melihat Gerhana Matahari Total?

Bagi yang belum sempat menyaksikannya secara langsung maka perlu mencatat tanggal terjadinya
Gerhana Matahari Total (GMT) beberapa tahun ke depan. Meski begitu, tak semua GMT berikut ini bisa dilihat langsung dari daratan.

Berdasarkan situs Times and Dates, pada 21 Agustus 2017, GMT akan terjadi di Eropa Barat, Asia Utara/Timur, Afrika Utara/Barat, Amerika Utara, Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik dan Arktik. Gerhana ini nantinya menjadi GMT pertama yang terjadi setelah tahun 1979. Gerhana ini bisa disaksikan masyarakat mulai dari bagian paling timur hingga barat Amerika.

Selanjutnya, pada 2 Juli 2019, GMT kembali akan terjadi di Amerika Utara, sebagian besar Amerika Selatan, dan Pasifik. Namun sayangnya sebagian besar akan terjadi di Lautan Pasifik. Sehingga gerhana ini tentu sulit dinikmati oleh masyarakat umum karena hanya bisa disaksikan jika menaiki kapal.

Setahun kemudian, tepatnya pada 14 Desember 2020, GMT juga akan terjadi di Afrika Selatan, sebagian besar Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Laut India, dan Antartika. Namun lagi-lagi, GMT ini tak bisa dinikmati langsung di daratan. Sehingga masyarakat hanya bisa melihat maksimal 90 persen bagian matahari yang tertutupi bulan.

Sedangkan pada 4 Desember 2021, GMT bisa dilihat dari Australia Selatan, Afrika Selatan, Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Laut India, dan Antartika. Tetapi gerhana ini diramalkan hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berada di belahan bumi bagian selatan. (sumber: republika.co.id)