March 2018 - CUC

Friday, 30 March 2018

Aku Rela .... Kisah Orang Sakit Ginjal

22:27 0
Aku Rela .... Kisah Orang Sakit Ginjal
AKU RELA... Kisah Orang Sakit Ginjal

Seorang pasien bertutur tentang kisahnya. Saat derita ingin kencing mendera. Tapi apa daya, ndak bisa. Sudah di lakukan berbagai cara. Memang ginjalnya sedang ada kendala.

Mulailah di coba berdoa. Yakin karena Alloh Maha Kuasa atas semua makhluknya, termasuk manusia. Tidak ada penyakit dan sembuh kecuali dalam kendali kuasaNya.

Terinspirasi dengan Nabiyulloh Yunus Alaihissalam saat dalam perut ikan terpenjara. Dengan do'anya ia bisa keluar kembali ke daratan yang ada.Do'anya pun mulai ia baca.

*Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu mina dzoolimiin..*

Tiada ilah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang - orang yang dzalim.

Lama di baca... Belum bisa keluar juga. Di coba di ulang - ulang yang agak lama. Ternyata hasilnya sama. Ia tetap kepada Alloh, berbaik sangka. Mungkin butuh berganti do'a. 

Inspirasi ke dua. Do'a Nabiyulloh Ayyub Alaihissalam saat sakit menyapa. Dengan do'anya ia di kembalikan sembuh sebagaimana semula. Maka ia pun membaca.

*Robbii innii massaniyadz dzurru wa anta arhamur roohimiin..*

Ya Robb, sesungguhnya aku telah di timpa kepayahan yang amat sangat, dengan sakitku ini. Sedangkan Engkau yang Maha Penyayang di antara yang menyayangi..

Di ulang beberapa lama. Ternyata tetap saja belum keluar juga. Sakitnya malah tambah dari sebelumnya. Berusaha kepada Alloh tetap berbaik sangka. Mungkin perlu mengubah doa. Supaya dalam sakit pun tetap berpahala.

Mulai pikirannya kemana - mana. Akhirnya sampai pada kesimpulan sederhana. Apapun yang terjadi semua karena kehendakNya. Kenapa ia tidak rela dan menerima. Mungkin akan ada hikmah lain yang menunggu sebagai makna. Bukankah berikhtiyar dengan do'a. Bagian dari jalan taqwa..!

Kemudian di gantilah dengan sebuah do'a. Yang biasa pagi dan sore ia baca. Untuk memupuk subur syukur yang ada di dada. Agar tanaman syukur subur tumbuh bertambah makna.

*Rodhiitu billahi robban wabil islami diinan wa bi muhammadin nabiyyan wa rasuulan*

Aku rela Alloh sebagai robbku... aku rela islam agamaku...aku rela Muhammad sebagai nabi dan rasulku....

Aneh.....!!
Setelah itu justru lancar keluar, lega. Terasa ringan di badan dan enakan setelahnya. Memang Alloh tau mana yang terbaik buat kita. Hanya kita lah yang berusaha mencari perhatianNya dengan segala cara. Dan jangan berputus asa dengan do'a. Karena dengannya yang membuat segala ikhtiyar kita bernilai pahala.

Semoga bertambah hikmah dan makna, semoga tetap berpahala...!!

Saturday, 24 March 2018

Bersahabatlah Dengan Mereka yang Pada Saat Kita Meninggal Ikhlas Mensholati Kita, Karena Karangan Bunga Tak Berarti Apa-apa

05:06 0
Bersahabatlah Dengan Mereka yang Pada Saat Kita Meninggal Ikhlas Mensholati Kita, Karena Karangan Bunga Tak Berarti Apa-apa
Bersahabatlah Dengan Mereka yang Pada Saat Kita Meninggal Ikhlas Mensholati Kita, Karena Karangan Bunga Tak Berarti Apa-apa

Duka cita di jaman now... Karangan Bunga Tidak Menambah Apa-apa,,,

Ada seseorang yang kami kenal, sebagai seorang yg diberikan kedudukan yang tinggi di dunia ini dihadapan manusia. Beberapa waktu yg lalu, beliau rahimahullah wafat. 

Masya Allah, selang satu jam tersiar berita duka, semua masyarakat bergerak. Tamu berdatangan ke rumah megahnya. Tidak sampai tiga jam, jalan raya di sekitar rumah duka, penuh dengan karangan bunga yang tersurat dari rupa-rupa orang besar di negeri ini. 

Jalanan ditutup untuk umum, dijaga oleh polisi militer. Patroli pengawal disiapkan, panitia pengurusan jenazah didatangkan khusus. Keluarga tidak mau pengurusan oleh jamaah masjid. Tak masalah. 

Hingga selesailah jenazah dikafani, dan siap dishalatkan. Diluar rumah, orang ratusan sudah berjejalan, hadir! Maka diputuskan jenazah dishalatkan di masjid. Segera kami siapkan. 

Masjid siap, jenazah sudah dihadapan imam, tapi.... 

yang berbaris dibelakang imam baru sepuluh orang! Subhanallah, kami susul para pelayat di luar masjid, 

"pak, bu, ayo ambil wudhu! Shalat jenazah mau dimulai! Ayo pak!!", kami menyeru. 

Namun tamu-tamu elite dan sosialita ini berujar diluar dugaan, "ini susah buka sepatunya, dek!" atau "kami doakan saja, dek, dari sini", timpal ibu yang lain sambil bercermin ke kaca mobil. 

Subhanallah, kami seru tetangga-tetangga kampung kami yang sama-sama hadir menyaksikan prosesi megah ini, "pak, bu, hayu! Cepet wudhu! Ayo pak, diminta keikhlasannya!!" 

Bapak ibu tetangga kami ini hanya menggeleng, sambil tersenyum, "moal cep, ah... Isin! Seueur jalmi ageung!" (nggak dek, ah.. Malu! Banyak orang besar!). Kami terhenyak menyerah.

Akhirnya kami kembali ke dalam masjid, yang saat itu terhimpun sekitar 20 orang yang kemudian kami bagi menjadi tiga shaf. Jenazah pun dishalatkan. 

Semoga Allah mengampuni almarhum, menyayangi beliau, dan memasukan beliau ke dalam syurgaNya yg penuh kenikmatan. 

Ibrah bagi yg hidup:

Berkawanlah dengan mereka yang pada waktunya, ikhlas menyalatkan jenazah kita, bahkan walau pun harus menempuh jarak. Mereka yang ikhlas mau mendoakan ampunan Allah bagi kita ketika jasad ini sudah kaku. Berdekatanlah dengan mereka yang benar-benar menyayangi kita dunia-akhirat. 

Karena karangan bunga tidak menambah apa-apa.

carilah teman taat dunia akhirat
supaya kelak kita tidak hanya menerima kiriman karangan bunga,,,

Friday, 23 March 2018

Inilah Istananya Para Pemaaf

20:18 0
Inilah Istananya Para Pemaaf
Inilah Istananya Para Pemaaf

Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya...
Di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah saw. tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi depannya.
Gambar cuma Ilustrasi

Umar r.a. yang berada di di situ, bertanya, :
"Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?"

Rasulullah SAW menjawab,:
"Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah."

_" Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata,:
"Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’"

Allah SWT berkata,:
"Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun?"

Orang itu berkata,:
"Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya"

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca.
Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya.

Beliau menangis...

Lalu, beliau Rasulullah berkata,:
"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya."

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.

Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi,:
"Sekarang angkat kepalamu.."

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata,:
"Ya Rabb, aku melihat di depan ku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian..! "

"Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb?"

" Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb?

"Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb?"

Allah berkata,:
" Istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya."

Orang itu berkata,:
"Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?"

Allah berfirman:
" Engkau mampu membayar harganya."

Orang itu terheran-heran, sambil berkata,:
" Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?"

Allah berkata,:
_CARAnya engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku’.

Orang itu berkata,:
"Ya Rabb, kini aku memaafkannya."

Allah berfirman:
'Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu..."

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah saw. berkata,:

"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin."

( _Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih._)

Saudaraku tercinta...

Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah *meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan...

Semoga hati kita semua menjadi manfaat dihari perhitungan nanti...

Aamiin Yaa Allah..

Maafkan diriku ini duhai sahabat-sahabatku sekiranya pernah menyakitimu...dan semoga kita sama-sama masuk syurga.
Aamiin. (Sumber: Groups WhatsApp)

Mengharukan! Istri yang Sudah Kelihatan Tua dan Tidak Menarik Lagi Ingin Dicerai, Akhirnya Si Suami Ini ....

06:00 1
Mengharukan! Istri yang Sudah Kelihatan Tua dan Tidak Menarik Lagi Ingin Dicerai, Akhirnya Si Suami Ini ....
Mengharukan! Istri yang Sudah Kelihatan Tua dan Tidak Menarik Lagi Ingin Dicerai, Akhirnya Si Suami Ini ....

Pria ini berpikir bisa selalu memeluk erat seorang wanita yang dia nikahi dan yang pernah memberi kebahagian dalam hidupnya.

Dia pernah bersumpah untuk selalu membuat istrinya bahagia seumur hidupnya.


Seiring berjalannya waktu, pria bernama Chang yang dulu statusnya hanya seorang buruh.

 Kini telah menjadi kepala bagian, lalu membuat perusahaan konstruksi sendiri.

Sekarang perusahaannya semakin besar dan terkenal, godaan terhadap dirinya pun semakin banyak.

Malam itu, dia membalikkan badan istrinya, hanya sekedar ingin berhubungan suami istri.

Namun dia menyadari, kini istrinya semakin menua, tubuh yang langsing kini sudah berisi, kulitnya pun tidak halus lagi.

Jika dibandingkan dengan sejumlah wanita cantik di sekelilingnya, dia hanyalah seorang wanita desa yang kusam, keberadaan istrinya mengingatkannya pada masa lalu yang sederhana.

Dia berpikir, pernikahan ini sudah mencapai titik akhirnya.

Dia menyetorkan uang sebesar satu juta yuan ke rekening istrinya, agar istrinya dapat membeli rumah yang nyaman di pusat kota.

Dia bukanlah pria yang tak berperasaan, tidak mengatur kehidupan istrinya selanjutnya, dia merasa kurang tenang.

Akhirnya dia pun meminta untuk bercerai.

Istrinya duduk di hadapannya, dengan tenang mendengar alasan perceraiannya, mata istrinya pun terlihat tenang.

Namun mereka telah menikah 20 tahun, dia tahu betul semua tentang isrinya, dia tau bahwa tatapan tenang istrinya, sebenarnya menyimpan rasa perih yang teramat dalam di dalam hati.

Dia tiba-tiba menyadari bahwa dia sangat kejam.

Hari yang telah ditentukan untuk berpisah pun tiba.

Hari itu sesuatu terjadi pada perusahaannya, ia menyuruh istrinya agar menunggu di rumah sebentar.

Saat siang hari, ia akan kembali membantu istrinya pindahan.

Pindah ke rumah baru yang telah dibelinya itu, dan 20 tahun pernikahan mereka berakhir sampai disini.

Sepanjang pagi, hatinya sangat gelisah.

Begitu siang tiba, ia segera kembali ke rumah. Namun rumah sudah sepi, istrinya telah pergi.

Di atas meja ia mendapati, kunci rumah yang ia belikan untuk istri, buku tabungan yang nilainya satu juta, dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya untuk dia.

Ini adalah surat pertama yang ditulis oleh istrinya untuk dia:

“Aku sudah pergi, kembali ke rumah orangtua di kampung ku.

Semua selimut sudah aku cuci, dan juga sudah dijemur, aku menaruhnya di rak sebelah kiri, saat musim dingin tiba, jangan lupa mengeluarkannya.

Semua sepatu kulit sudah ku semir, jika robek kamu bisa pergi ke toko sol sepatu dekat rumah.

Kemeja di lemari bagian atas, kaos kaki dan tali pinggang di laci bawah.

Saat beli beras, ingat beli merek Jin Xiang, pergilah ke supermarket, di sana tidak akan ada merek yang palsu.

Xiao Sun setiap minggu akan datang untuk bersih-bersih, jangan lupa berikan gaji dia setiap akhir bulan.

Oh ya, jika ada baju yang sudah tak terpakai, berikanlah pada Xiao Sun, dia akan mengirimkannya ke kampung, keluarga mereka akan sangat senang.

Setelah aku pergi, jangan lupa minum obat, lambung mu kurang sehat, saya sudah menyuruh orang membelikan mu obat lambung dari Hong Kong, seharusnya cukup untuk setengah tahun.

Dan lagi, kamu selalu lupa membawa kunci saat keluar rumah, aku sudah menitipkannya pada resepsionis, jika kamu lupa lagi, ambilah di sana.

Saat pagi, jangan lupa tutup jendela sebelum keluar rumah, air hujan yang masuk akan membahasi lantai.

Aku sudah membuatkan pangsit untuk mu, saat pulang, masaklah itu.”

Setiap huruf yang ditulis istrinya sangat tidak rapi. Namun setiap katanya bagaikan peluru yang menusuk ke dada secara bertubi-bertubi.

Dia perlahan menuju dapur, memasak pangsit yang sudah disiapkan.

Dia tiba-tiba berpikir akan 20 tahun yang lalu, dia berdiri di antara tumpukan tiang dan menjadi buruh semen.

Tidak jauh dari tumpukan tiang tersebut ada suara yang berteriak memanggil namanya sambil membawakan pangsit, mengingatkannya akan suara yang membawakan kebahagiaan itu; mengingatkannya akan rasa puas setelah memakan pangsit itu.

Seakan baru saja melewati sebuah pesta; mengingatkannya akan masa dimana ia mengucapkan sumpah, “aku akan membuat wanita ku bahagia.”

Dia berbalik menuruni tangga dan segera masuk ke mobil.

setengah jam, ia sampai ke stasiun kereta dan mendapatkan istrinya hendak masuk ke kereta menuju kampungnya.

Dengan nada yang tinggi ia berkata, “Kamu mau kemana?! Aku begitu lelah kerja setengah hari ini, dan tidak ada nasi di rumah, istri macam apa kamu? Keterlaluan, cepat ikut aku pulang!”

Dia terlihat sangat galak dan kasar (kompensasi dr penyesakannya)

Istrinya pun dengan mata yang basah, mengikutinya dari belakang dan ikut pulang ke rumah.

Perlahan-lahan, air mata istrinya menjadi bunga mekar.

Istrinya tidak tahu, suaminya yang berjalan di depan juga sedang menangis.

Saat perjalanan dari rumah menuju stasiun kereta, ia sangat ketakutan, takut juga tidak menemukan istrinya lagi, takut kehilangan istrinya.

Dia memarahi diri sendiri, begitu bodoh, hendak mengusir istri sendiri, ternyata kehilangan istrinya, seperti kehilangan tulang rusuk, begitu sakit. Pengalaman ini, membuat hubungan mereka semakin erat setiap harinya.

Sayangilah istri anda karena kehilangan seorang istri yang baik hatinya sama saja seperti kehilangan tulang rusuk. Istri yang baik akan menemani engkau hingga engkau sukses dan kaya raya. Namun setelah engkau kaya raya, janganlah engkau berpaling dari mereka dan menggangap mereka tidak lagi berguna. Pernah ada orang berkata “kesetiaan seorang wanita diuji ketika sang pria tidak mempunyai apa-apa, dan kesetian seorang pria diuji ketika ia telah mempunyai segalanya”. Yuk bagikan artikel agar semakin banyak suamimu diluar sana yang terinspirasi akan cerita ini dan semakin sayang akan istri mereka. [Sumber: Groups WhatsApp]

Tuesday, 20 March 2018

Kebaikan Sahabat Kita Yang Tak Terhitung Banyaknya Jangan Sampai Dilupakan Karena Hanya Satu Kesalahan Yang Sepele

06:23 0
Kebaikan Sahabat Kita Yang Tak Terhitung Banyaknya Jangan Sampai Dilupakan Karena Hanya Satu Kesalahan Yang Sepele
Kebaikan Sahabat Kita Yang Tak Terhitung Banyaknya Jangan Sampai Dilupakan Karena Hanya Satu Kesalahan Yang Sepele

Alkisah ada seorang Raja yang Memiliki 10 Anjing Ganas untuk menghukum yang bersalah.

Jika sang Raja tidak berkenan maka orang yang salah akan dilempar ke kandang agar dicabik oleh anjing-anjing yang ganas tersebut.

Suatu hari seorang Menteri membuat keputusan keliru dan murkalah Raja. Maka diperintahkan agar sang Menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas.

Menteri berkata: "Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 16 tahun, tapi Paduka tega menghukumku begini. Atas pengabdianku selama ini saya hanya minta waktu penundaan hukuman 16 hari saja".

Sang Raja pun mengabulkannya. Sang Menteri bergegas menuju kandang anjing-anjing tersebut dan meminta izin kepada penjaga untuk mengurus anjing-anjingnya.

Ketika ditanya untuk apa? Maka dijawab: "Setelah 16 hari nanti engkau akan tahu''.

Selama 16 hari itu sang Menteri Memelihara, Mendekati, Memberi Makan bahkan akhirnya bisa Memandikan anjing-anjing tersebut hingga menjadi sangat jinak padanya.

Tibalah waktu Eksekusi, disaksikan Raja dimasukkanlah sang Menteri ke kandang anjing, tetapi Raja kaget saat melihat anjing-anjing itu justru jinak padanya.

Maka dia bertanya apa yg telah dilakukan Menteri pada Anjing - anjing tsb  ???

Jawab Menteri: "Saya Telah Mengabdi pada anjing-anjng ini selama 16 hari dan mereka tidak melupakan Jasaku.........

Terharulah Raja, Meleleh Airmatanya lalu dibebaskanlah sang Menteri dari Hukuman dan Dimaafkan.

 Pembaca semuanya ...

Hikmah dari Cerita di atas Adalah:

Agar kita tidak mudah Mengingkari dan Melupakan Kebaikan-kebaikan yang kita Terima dari Orang-orang Terdekat kita, hanya karena kejadian sesaat yang tidak mengenakkan.

Jangan mudah Menghapus Kenangan yang telah Terukir dan Persahabatan yang telah Terjalin Bertahun lamanya hanya karena kalau ada hal-hal kecil yang kurang kita sukai darinya saat ini.

Mencari Teman itu lebih Mudah daripada mendapatkan Sahabat.

Jagalah Persahabatan yang ada dengan Baik karena Menjaga Persahabatan itu Jauh lebih Sulit daripada Mendapatkannya..

Doa yang Terbaik Selalu Untukmu Saudara-saudaraku dan Sahabat-sahabatku, Semoga Silaturrahim ini Tetap Terjaga dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Meridhoinya, Aamiin.......

Memahami Keutamaan-keutamaan Bulan Ramadhan

05:23 0
Memahami Keutamaan-keutamaan Bulan Ramadhan
Memahami Keutamaan-keutamaan Bulan Ramadhan


Diantara keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan adalah:

a.    Bulan kaderisasi taqwa dan bulan diturunkannya Al Qur'an 
Allah SWT berfirman :

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa, (QS:AI-Baqarah:183)
Bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan AI-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) maka barang siapa mendapatkannya hendaklah ia puasa. (QS:AI-Baqarah:185)
 
b.    Bulan paling utama, bulan penuh berkah 
Rasulullah SAW bersabda:

Bulan paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling mulia adalah hari Jum'at.

Dari Ubaidah bin Sharnit, bahwa ketika Ramadhan tiba. Rasulullah bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah SWT akan memberikan naungan~Nya kepada kalian, Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan do'a. Pada bulan itu Allah SWT akan melihat kalian berlomba melakukan kebaikan. Allah SWT akan membanggakan kalian di depan Malaikat. Maka perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah SWT, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmatAllah SWT. (HR. Tabrani).

c. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan

Rasulullah SAW bersabda:
Antara shalat lima waktu, dari hari jum'at sampai jum'at lagi, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa kecil apabila dosa-dosa besar dihindarkan. (HR. Muslim)

Barang siapa puasa karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT ia akan diampuni semua dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari-Muslim)

Apabila bulan Ramadhan telah datang pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu. (HR. Bukhari-Muslim)
d. Bulan dilipatgandakannya pahala amalshalih
 Rasulullah SAW bersabda:
Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat sampal tujuh ratus kali lipat, Allah SWTberfirman: "Kecualipuasa, puasa itu untuk Ku dan Akulah yang akan membalasnya. la tinggaikan nafsu syahwat dan makanannya semata-mata karena Aku". Orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan ketika berbuka, dan ketika berjumpa Rabb-nya. Bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah SWTIebih wangi daripada bau parfum misik." (HR. Muslim)

Rabb-mu berkata: "Setiap perbuatan baik (di bulan Ramadhan) dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Puasa untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai dari api neraka, bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah SWT lebih wangi dari parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang sedang berpuasa, maka hendaklah kamu katakan: "Saya sedang puasa." (HR. Tirmidzi)

e. Bulan jihad dan kemenangan

Sejarah telah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam. Ini membuktikan bahwa bulan Ramadhan bukan merupakan bulan malas dan bulan lemah, tapi bulan Ramadhan adalah bulan jihad dan kemenangan.

Perang Badar yang diabadikan dalam AI-Qur'an sebagai "Yaumul Furqan", ummat Islam meraih kemenangan besar pada tanggal 17 Ramadhan tahun 10 Hijriyyah (Menurut pemosting, disini terjadi kesalahan tulis/cetak. Sumber-sumber yang kami dapatkan bukan 10 H, tapi 2 H. jadi yang benar adalah  17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah) dan saat itu juga gembong kebathilan Abu Jahal terbunuh. Pada bulan Ramadhan, Fathu Makkah(pembebasan kota Makkah) yang diabadikan oleh AI-Qur'an sebagai "Fathan Mubina", terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 Hijriah.

Perang "Ain Jalut" menaklukan tentara Mongol terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 25 Ramadhan 658 Hijriah. Andalusia(Spanyol) ditaklukan oleh tentara Islam dibawah pimpinan Tariq bin Ziyad juga terjadi pada bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 28 Ramadhan 92 Hijriah.

Bekal-Bekal Yang Seharusnya Dimiliki Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

05:16 0
Bekal-Bekal Yang Seharusnya Dimiliki  Dalam Menyambut Bulan Ramadhan
Bekal-Bekal Yang Seharusnya Dimiliki 
Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah SWT, didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, di dalamnya penuh dengan rahmah, ampunan dan pembebasan dari api neraka, bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang- orang yang shalih. Pada bulan Ramadhan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan ruhani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen dan sekaligus sarana yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang akan kita hapuskan dalam bulan Ramadhan ini.
Untuk mendekatkan sasaran tersebut, kiranya perlu menyambut tamu Allah SWT yang agung ini dengan mengadakan pembekalan ruhani dan pengetahuan tentang bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Diantara bekal-bekal yang harus dimiliki dalam menyongsong bulan mulia ini adalah

1.    Mempersiapkan persepsi yang benar tentang bulan Ramadhan

Untuk memberikan motivasi beribadah di bulan Ramadhan dengan optimal, sebelum Ramadhan datang Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya guna memberikan persepsi yang benar dan mengingatkan betapa mulianya bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah SAW bersabda:

Dari Salman ra. Beliau berkata: Rasulullah berkhutbah ditengah-tengah kami pada akhir Sya'ban, Rasulullah bersabda: Haimanusia, telah menjelang kepada kalian bulan yang sangatagung, penuh dengan barakah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan dimana Allah SWT telah menjadikan puasa didalamnya sebagai puasa wajib, qiyamullailnya sunnah, barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan amalan
wajib tujuh puluh kali pada bulan lainnya    dst. (HR. Ibnu
Huzaimah, beliau berkata: hadits ini adalah hadits shahih)
 
2.    Membekali diri dengan ilmu yang cukup 
Sasaran dari ibadah puasa adalah untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Untuk itu, ibadah puasa harus dilakukan dengan tatacara yang benar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Banyak orang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar. Dan banyak orang shalat malam, tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali begadang. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).


Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah SWT tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. (HR. Bukhari)


Dari dua hadits di atas bisa disimpulkan bahwa membekali diri  dengan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa Ramadhan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kita melalui bulan Ramadhan yang mulia ini.
 
3. Melakukan persiapan jasmani dan ruhani 
Sebelum masuk bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar banyak melakukan ibadah puasa di bulan Sya'ban. Dengan berpuasa di bulan Sya'ban berarti kita telah mengkondisikan diri, baik dari sisi ruhiyah maupun jasadiah. Kondisi ini akan sangat positif pengaruhnya dan akan mengantarkan kita dalam menyambut Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amalan yang disunnahkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian terlalu lama seperti banyak terjadi pada orang yang pertama kali berpuasa, misalnya lemas, badan terasa panas, tidak bersemangat, banyak mengeluh, dsb

4. Memahami keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan 
Bulan Ramadhan diciptakan Allah SWT penuh dengan keutamaan dan kemuliaan. Maka mempelajari dan memahami keutamaan dan kemuliaan tersebut akan memotifasi kita untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita. 


Bersambung di ....
Memahami Keutamaan-Keutamaan Bulan Ramadhan

Tuesday, 6 March 2018

Heboh Sholawat Pancasila, Siapa Pelakunya?

05:27 0
Heboh Sholawat Pancasila, Siapa Pelakunya?
Heboh Sholawat Pancasila, Siapa Pelakunya?


Setelah heboh video sekelompok jamaah yang membaca Pancasila dan melantunkan Hubbul Wathon saat sa'i, kini ada sekelompok orang yang melafalkan 'Shalawat Pancasila'.



Geger Video Ritual Shalawat Nabi Muhammad Diganti Pancasila



Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video ritual shalawatan sekelompok orang di media sosial.


Video tersebut menunjukkan sekelompok orang yang thawaf dengan membaca shalawat, namun shalawat yang harusnya ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW diganti dengan Shalawat kepada Pancasila, Indonesia, dan Nusantara.


Dalam video ritual yang diunggah akun Twitter Laskar Pembela Islam @.DPP_LPI itu, sekelompok orang berjalan mengelilingi bendera Merah Putih dan Lambang Negara Burung Garuda di dalam petak yang dikelilingi lilin yang menyala.



Dalam petak itu ada kelapa, batu, dan keris, serta benda-benda ritual lainnya. Mereka berjalan berlawanan dengan arah jarum jam seperti thawaf mengelilingi Ka’bah.



Saat berkeliling mereka mengumandangkan shalallah ‘ala Pancasila, shalallah ‘ala Indonesia, shalallah ‘ala Nusantoro. Mereka berkeliling tujuh kali dalam ritual berdurasi lima menit itu.



Usai ritual thawaf, mereka kembali membaca shalawat normal, Allahumma shali ‘ala Muhammad. “Allahumma Shali ‘ala Muhammad!” teriak mereka sambil mengepalkan tangan. Teriakan itu diulang tiga kali.

“Waspadai kelompok ANUS, mulai menyebarkan ritual sesat! WAJIB mencintai Indonesia, WAJIB bela Indonesia dan WAJIB Jaga Indonesia, tp bukan dengan melecehkan Sholawat!!”, Tulis akun LPI.


Beredarnya video ritual terebut sontak mengundang komentar dan kecaman dari warganet.



“Penistaan Agama..! Agama koq dijadikan mainan…klo nggak ngerti ya belajar dulu sama yg ngerti bukan sama org yg paling bodoh,” kata akun Azhar Matang.



“Dulu Baginda Nabi Muhammad SAW, sudah berjuang habis²an untuk kemaslahatan umatnya di muka bumi ini, tp org² BODOH ini malah melecehkan shalawat..Astagfirulloha’adzim..,” tulis akun @anggase90189847.



”Innallilahi…Secara tidak langsung mereka sudah melecehkan Sholawat NABI MUHAMMAD ๐Ÿ˜ญ Datang nya dari mana makhluk2 ini,” kata akun @Bhatosai666.



Polisi Larang Ritual Kebangsaan Lantunkan Shalawat Pancasila



Kepolisian Sektor (Polsek) Lakarsantri Surabaya melarang kegiatan ritual kebangsaan dengan menyanyikan Shalawat Pancasila. Ritual itu sebelumnya dilakukan oleh komunitas dari Paguyuban Sawunggaling di Surabaya pada Januari 2018.



"Persoalannya komunitas Paguyuban Sawunggaling ini mengunggah video saat menggelar ritual kebangsaan itu dengan menyanyikan Shalawat Pancasila yang kemudian beberapa hari terakhir ini viral di media sosial," ujar Kepala Polsek Lakarsantri Surabaya Komisaris Polisi Dwi Heri di Surabaya, Selasa (6/3).

Viralnya video tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan konflik dengan kelompok masyarakat. "Terlebih ritual kebangsaan dengan Shalawat Pancasila ini digelar di situs cagar budaya Makam Sawunggaling, wilayah Lakarsantri, yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Al Kubro," katanya.


Sehingga, Polsek Lakarsantri merasa harus mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk meredam agar video yang telah viral tidak berujung konflik.

"Kami pertemukan pihak dari komunitas Paguyuban Sawunggaling serta tokoh masyarakat dan pemuka agama di wilayah Lakarsantri kemarin malam," ujarnya.

Pertemuan itu juga dihadiri dari oleh Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Surabaya Muhaimin Ali. "Istilahnya, dalam pertemuan ini kita tabayun atau mengonfirmasi kepada Paguyuban Sawunggaling, kenapa dalam ritual ini menggubah Shalawat Nabi menjadi Shalawat Pancasila," katanya.


Dwi memaparkan, Paguyuban Sawunggaling dalam pertemuan itu mengungkapkan tidak ada maksud Salawat Pancasila yang digubah dari lagu Shalawat Nabi yang dilantunkan dalam ritual kebangsaan tersebut menghina kelompok masyarakat tertentu. "Mereka menyatakan tidak tahu kalau videonya kemudian viral dan menuai tanggapan," ujarnya.



Hasil tabayun akhirnya disepakati agar Paguyuban Sawunggaling tidak mengulangi lagi melagukan Shalawat Pancasila dalam melakukan aktivitas ritualnya.



"Mereka tetap boleh menggelar ritual kebangsaan di situs cagar budaya Makam Sawunggaling. Hanya saja, demi menjaga situasi agar tetap kondusif, tidak diperbolehkan melagukan Shalawat Pancasila. Paguyuban Sawunggaling menyatakan sanggup tidak mengulanginya," ucapnya.



Siapa Pelaku Shalawat Pancasila?



Andi Bocor salah satu yang terlibat di dalam video tersebut mengakui memang benar video tersebut merupakan ritual milik paguyubannya. Ritual itu dilakukan di aula Makam Sawunggaling di kawasan Lidah Wetan 3 Lakarsantri.



"Iya benar, saat itu tanggal 18 Januari 2018. Kami tujuannya berdoa atas rahmat dan kami berterima kasih untuk Indonesia juga dan terhadap lima sila pancasila dan secara luas nusantara," kata Andi saat ditemui detikcom , Senin (6/3/2018).

Andi menyebut bahwa kalimat selawat yang dibacakan dalam ritual itu adalah Shollallohu 'ala Pancasila, Shollallohu 'ala Indonesia, dan Shollallohu 'ala nusantara.


Andi mengatakan ritual tersebut hanya dilakukan sekali dan mengaku tidak akan ada lagi ritual itu. Andi bercerita, ritual itu dilakukan untuk memfasilitasi seorang tamu asal Mojokerto yang dianggap sebagai paranormal. Tamu tersebut menjelaskan tentang ritual itu, lengkap dengan bacaan selawat yang dianggap menyimpang tersebut.



Ritual itu menurut sang tamu harus dilakukan untuk menjaga bangsa ini. Penjelasan sang tamu dianggap logis oleh Andi dan rekan-rekannya. Dan akhirnya digelar lah ritual tersebut.

"Hanya sekali saja, kebetulan waktu itu ada tamu yang datang menginginkan untuk menggelar acara itu. Kami sebagai tuan rumah bisa memahami ritual itu. Dan akhirnya kami gelar, videonya disuruh nyebarkan," kata Andi.


Andi mengaku bahwa dirinya dan rekan-rekannya juga rutin menggelar selawatan. Selawatan yang digelarnya dilakukan mulai pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB. "Biasanya kami gelar selawat biasa, tidak ada tambahan kata-kata lain," tandas Andi.



Larangan Menjadikan Allah, Al-Quran, dan Rasul-Nya Sebagai Guyonan


Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman..."." (Bara'ah/At-Taubah: 65-66)


Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar, Muhammad bin Ka'b, Zaid bin Aslam dan Qatadah, hadits dengan rangkuman sebagai berikut:

"Bahwasanya ketika dalam peristiwa perang Tabuk, ada seseorang yang berkata: "Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Qur'an ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan." (Maksud orang tersebut adalah: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan para sahabat yang ahli baca Al-Qur'an itu). 

Maka berkatalah 'Auf bin Malik kepadanya: "Omong kosong yang kamu katakan. Bahkan kamu adalah munafik. Niscaya akan kuberitahukan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam." 

Lalu pergilah 'Auf kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu Al-Qur'an kepada beliau. Dan ketika orang itu (yang mengolok-olok Rasulullah) datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Maka berkatalah ia kepada Rasulullah: 
"Ya Rasulullah! Sebenarnya kami hanyalah bersendau gurau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang-orang yang bepergian jauh sebagai pengisi waktu saja dalam perjalanan kami." 
Kata Ibnu 'Umar: "Sepertinya aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu, sambil berkata: "Sebenarnya kami hanyalah bersendau-gurau dan bermain-main saja." 

Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepadanya:
"Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok.."
Beliau mengucapkan itu tanpa menengok dan tidak bersabda kepadanya lebih daripada itu."


Sumber:

Republika.co.id
pojoksatu.id
Gatra.com
Detik.com
gudangfatwa.blogspot.com

Monday, 5 March 2018

Ghauta Berdarah, Tumbal Konflik Suriah

05:12 0
Ghauta Berdarah, Tumbal Konflik Suriah
Ghauta Berdarah, Tumbal Konflik Suriah

Suriah kembali berdarah. Tujuh tahun berlalu, belum menunjukan bahwa suriah akan damai kembali seperti dulu. Konflik ini dimulai sejak demonstrasi di kota Dharaa, 11 Maret 2011 lalu.

Banyak versi analisa penyebab konflik Suriah. Ada yang menyebutkan masalah Suriah adalah konflik Sunni-Syiah karena Bashar adalah pengikut Syiah, sementara penduduk Suriah mayoritas adalah Sunni. Atau ada yang menyebutkan ini hanya masalah kekuasaan. Yakni Kepanikan rezim karena adanya gerakan oposisi (pemberontak) yang ingin menggulingkan kekuasaannya.
Pihak oposisi (pemberontak) adalah mereka yang menyatakan ingin menggulingkan pemerintahan Assad karena dinilai terlalu banyak korban yang terdholimi, terutama dari pihak Muslim (Sunni). Mereka merasa perlu untuk menggulingkan pemerintahan assad dan menggantinya dengan pemeritahanan baru yang berdasar pada syariat Islam.

Oposisi yang lain, dari kalangan sekuler mengatakan bahwa mereka ingin memberlakukan demokrasi di Suriah yang selama ini terbungkam oleh sistem pemerintahan yang ada.
Kondisi ini diperunyam dengan adanya campur tangan dari pihak-pihak luar Suriah dengan berbagai kepentingannya. Hal ini diawali dengan ancaman Amerika serikat yang akan menyerang Suriah. Ada yang mendukung AS dengan menyediakan pangkalan militer dan segala logistik yang diperlukan (Turki, Arab Saudi dan Qatar). Ada pula yang mendukung rezim jika memang terjadi agresi AS terhadap Suriah (Rusia, China, Iran dan Lebanon).

Apa yang terjadi di Ghouta hari ini, adalah kelanjutan konflik suriah untuk yang kesekian kali. Belum kering darah Aleppo, kini darah mengucur deras dari ribuan umat, khususnya bayi2 yang tak berdosa, di Ghouta, Suriah. Mereka dibombardir oleh ribuan bom yang dijatuhkan rezim kejam dan bengis Bashar Assad yang didukung penuh oleh koalisi jahat Rusia dan Amerika.

Menurut Direktur Observatorium hak azasi manusia yang berbasis di Inggris, Rami Abdel Rahman, sebagaimana yang dilansir AFP, jumat (23/2/2018), Banyak jasad ditemukan di balik reruntuhan bangunan yang hancur dibombardir sejak awal pekan ini. Adapun jumlah korban tewas hingga Kamis malam tercatat 403 orang.

Sebagai seorang ibu, berita seperti ini adalah sangat menyesakan. Andai itu menimpa keluarga kita, Andai darah yang mengalir deras itu adalah darah anak – anak kita. Kemana kita akan mencari bantuan? Kepada siapakah derita itu dikeluhkan?

Ghouta (juga Aleppo), bukan tragedi pertama--bahkan mungkin bukan yang terakhir--yang menimpa umat Islam. Sebelum ini, bahkan hingga kini masih sedang berlangsung, tragedi pembantaian umat Islam di Myanmar (Burma).

Tragedi lainnya juga masih akan terus dialami oleh kaum Muslim di Xinjiang, Cina; Kashmir, India; di Afrika, Irak, Pakistan, Afganistan dan tentu di Palestina yang telah sekian puluh tahun menderita dijajah Israel yang didukung Amerika dan Eropa. Namun, tidak ada satu negri islma pun yang tergerak untuk membela mereka dengan kekuatan senjatanya? Kalau kami rakyat jelata, mampu apa selain mengirin do’a?

Namun, sampai kapan kita akan terus diam tanpa bergerak?

Dengan semua tragedi yang menimpa umat Islam di berbagai belahan dunia ini, umat makin membutuhkan kehadiran pemimpin yang berani dan siap menjadi perisai pelindung umat. Sebagaimana cerita yang telah diukir sejarah. Adalah Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang sukses menaklukkan Kota Amuriyah, kota terpenting bagi imperium Romawi saat itu, selain Konstantinopel. Hal ini berawal dari adanya penguasa Amuriyah, salah seorang raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathimah ra.
Wanita itu disiksa dan dinistakan hingga berteriak dan menjerit meminta pertolongan. Ketika berita ini sampai kepada kholifah Al mu’tasyim billah, segeralah dikirim puluhan ribu pasukan terbaiknya. Hingga Amuriyah ditakhlukan dan wanita itu dibebaskan.

Wahai saudarku kaum muslimin, apakah kita akan terus seperti ini? Bercerai berai sehingga tidak lagi memiliki kekuatan dan kehormatan? Berharap kepada siapakah kita?
Penguasa muslim yang hanya terus bisa mengutuk dan mengecam? Atau PBB yang tidak pernah selesai meyelesaikan? Belum saatnyakah kita merindukan pemimpin layaknya Al Mu’tashim Billah, yang hanya takut akan hisab di sisi Tuhannya?
Belum saatnyakah kita bersatu menggalang kekuatan untuk menggentarkan musuh kita, membebaskan saudara – saudara kita? Wallahu a’lam bi ash showab. [ Oleh: Ririn Umi Hanif (Pemerhati Ibu dan Anak, Gresik)/ syahid/voa-islam.com]

Berusahalah Mengetahui Aib Diri Sendiri (Al-Hikam Pasal 40)

04:38 0
Berusahalah Mengetahui Aib Diri Sendiri (Al-Hikam Pasal 40)
Berusahalah Mengetahui Aib Diri Sendiri 
(Al-Hikam Pasal 40)


ุชَุดَูˆُّููƒَ ุงِู„ู‰َ ู…ุง ุจุทَู†َ ููŠْูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุนُูŠُูˆุจِ ุฎَูŠุฑٌ ู…ู†ْ ุชَุดَูˆُّูِูƒَ ุงู„ู‰ ู…ุงุญُุฌِุจَ ุนَู†ْูƒَ ู…ู†َ ุงู„ุบُูŠُูˆุจِ



"Usahamu untuk mengetahui cela diri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib”. 



Syarah



Seorang salik haruslah berusaha selalu melihat cela dan aib yang ada pada diri sendiri, jangan sampai mempunyai tujuan supaya mengetahui perkara yang ghoib yang menjadi kemauan hawa nafsu, seperti ingin mengetahui rahasia di hati orang lain, rahasia taqdir dan lain-lain. Karena itu bisa mencela kehambaanmu kepada Alloh.



 Orang arif berkata: “Jadilah hamba Alloh yang selalu ingin mencapai Istiqamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut karomah. Istiqomah adalah menunaikan kewajiban, sedang karomah adalah menuntut kedudukan. Karomah dan kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istiqamah.”



 Istiqomah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah keyakinan dan kepercayaannya kepada Alloh, ketuhanan Alloh, kekuasaan Alloh dan kebijaksanaan Alloh, baik dalam keadaan sehat ataupun sakit, senang ataupun susah, suka ataupun duka, kaya ataupun miskin.

Nurut-Tawajjuh [Ibadah] (Al-Hikam Pasal 39)

04:34 0
Nurut-Tawajjuh [Ibadah] (Al-Hikam Pasal 39)
Nurut-Tawajjuh [Ibadah] 
(Al-Hikam Pasal 39)


ุงِู‡ْุชู€َุฏู‰ ุงู„ุฑَّุงุญِู„ُูˆْู†َ ุจِุฃَู†ْูˆَุงุฑِ ุงู„ุชู€َّูˆَุฌُّู‡ِ ูˆุงู„ูˆุงุตِู„ูˆْู†َ ู„ู‡ُู…ْ ุงَู†ูˆุงุฑُ ุงู„ู…ูˆَุฌَّู‡ุฉِ ، ูุงَู„ุงَูˆَّู„ُูˆู†َ ู„ِู„ุงََู†ْูˆَุงุฑِ ูˆَู‡ٰู€ู€ุกู€ูˆู„ุงَุกِ ุงู„ุงَู†ูˆَุงุฑُ ู„ู‡ُู…ْ ู„ุงَู†َّู‡ُู…ْ ู„ู„ู‡ِ ู„ุงَ ู„ِุดูŠุกٍ ุฏูˆู†َู‡ُ  ู‚ُู„ِ ุงู„ู„ู‡ُ ุซู€ُู…َّ ุฐ َุฑْู‡ُู…ْ ูู‰ ุญَูˆْุถِู‡ِู…ْ ูŠَู„ْุนَุจُูˆْู†َ. 




"Orang-orang salik [yang mengembara menuju kepada Alloh] telah mendapat hidayat dengan nur [cahaya] ibadah yang merupakan amalan untuk taqarrub [mendekat] kepada Alloh, sedang orang-orang yang telah sampai, mereka tertarik oleh nur yang langsung dari Tuhan bukan sebagai hasil ibadah, tetapi semata-mata karunia dan rahmat Alloh. Maka orang-orang salik menuju ke alam nur, sedangkan yang telah sampai berkecimpung di dalam nur, sebab orang yang telah sampai itu telah bersih dari segala sesuatu selain Alloh. Alloh berfirman: "Katakanlah: Alloh, kemudian biarkan yang lain-lain di dalam kesibukan mereka bermain-main." 



Syarah



  Hakikat tauhid itu bila telah tidak melihat pengaruh-pengaruh sesuatu selain Alloh, dan inilah yang bernama haqqul-yaqin, dan melihat, merasa adanya pengaruh dari suatu selain Alloh itu hanya permainan bekaka, dan itu bersifat penipuan atau munafik. Katakanlah: Alloh, yakni jangan menganggap ada sesuatu selain Alloh yang dapat engkau harap, engkau takuti dan berkuasa, sebab semua harapan kepada sesuatu selain Alloh adalah syirik, baik yang nampak ataupun yang samar-samar, besar ataupun kecil dalam pengertian syirik hampir tiada berbeda.

Perbedaan Pandang Orang Sudah Wushul Dengan Salik (Al-Hikam Pasal 37-38)

04:29 0
Perbedaan Pandang Orang Sudah Wushul Dengan Salik (Al-Hikam Pasal 37-38)
Perbedaan Pandang Orang Sudah Wushul Dengan Salik 
(Al-Hikam Pasal 37-38)


ุดุชุงู† ุจูŠู† ู…ู† ูŠุณุชุฏ ู„ُّ ุจู‡ ุงูˆ ูŠุณุชุฏ ู„ُّ ุนู„ูŠู‡ِ . ุงู„ู…ุณุชุฏู„ُّ ุจู‡ِ ุนุฑู ุงู„ุญู‚ َّ ู„ุงَู‡ู„ู‡ ูุงَุซุจุช ุงู„ุงَู…ุฑَ ู…ู† ูˆุฌูˆุฏ ุงَู‡ู„ู‡ . ูˆุงู„ุงِ ุณุชุฏู„ุงู„ُ ุนู„ูŠู‡ِ ู…ู† ุนุฏู…ِ ุงู„ูˆُุตูˆู„ِ ุงِู„ูŠู‡ِ. ูˆَุงู„ุงَّ ูَู…ุชู‰َ ุบุงุจَ ุญุชูŠ ูŠُุณุชุฏู„َّ ุนู„ูŠู‡ِ ูˆู…ุชู‰َ ุจุนุฏَ ุญุชู‰ ุชูƒูˆู†َ ุงู„ุงَุซุงุฑَُ ู‡ِูŠَ ุงู„َّุชูŠِ ุชูˆุตِู„ُ ุงِู„ูŠู‡ِ




37."Jauh berbeda orang yang berpendapat (membuat dalil); adanya Alloh menunjukkan adanya alam, dengan orang yang berpendapat (membuat dalil); bahwa adanya alam inilah yang menunjukkan adanya Alloh. Orang yang berpendapat adanya Alloh menunjukkan adanya alam, yaitu orang yang mengenal hak dan meletakkan pada tempatnya, sehingga menetapkan adanya sesuatu dari asal mulanya. Sedang orang yang berpendapat adanya alam menunjukkan adanya Alloh, karena ia tidak sampai kepada Alloh. Maka kapnkah Alloh itu ghaib sehingga memerlukan dalil untuk mengetahuinya. Dan kapankah Alloh itu jauh sehingga adanya alam ini dapat menyampaikan kepadanya." 



Syarah



Orang yang wushul ila-lloh itu ada dua cara :



1.    Muriiduun / Salikuun yaitu: orang yang mengharapkan bisa wushul kepada Alloh.



2.    Murooduun / Majdzubuun yaitu: orang dikehendaki oleh Alloh atau ditarik oleh Alloh sehingga bisa wushul kepada Alloh.



Golongan pertama (Muriiduun / Salikuun) dalam suluknya masih terhalang dari Alloh, karena mata hatinya masih masih melihat selain Alloh, Alloh masih ghoib dalam mata hatinya, sehingga dia menggunakan makhluk (selain Alloh) untuk dalil adanya (wujudnya) Alloh. Lisannya berdzikir, diya yaqin kalau yangmenggerakkan lisannya berdzikir itu alloh, tapi dia masih memperhatikan lisan dan dzikirnya, belum memperhatikan Alloh yang menggerakkan lisannya.



Golongan kedua (Murooduun / Majdzubuun) dia langsung ditarik oleh Alloh dan dihadapi Alloh, sehingga hilanglah semua makhlk selain Alloh dalam mata hatinya, semua tidak ada wujudnya, yang wujud hanya Alloh. Tapi ketika dia turun kebawah lagi(sadar dengan kehidupan dunia) dia tahu semua makhluk itu wujud karena wujudnya Alloh.



 ู„ูŠُู†ูู‚ ุฐูˆุณَุนَุฉٍ ู…ู† ุณุนَุชู‡ِ ุงู„ูˆَุงุตِู„ูˆْู†َ ุงِู„ูŠู‡ِ ูˆู…ู† ู‚ุฏِุฑَ ุนู„ูŠู‡ِ ุฑِุฒْู‚ู‡ُ ุงู„ุณَّุง ุกِุฑُูˆู†َ ุงِู„ูŠْู‡ِ




38."Hendaknya membelanjakan tiap orang kaya menurut kekayaannya, ialah mereka yang telah sampai kepada Alloh. Dan orang yang terbatas rezekinya, yaitu orang sedang berjalan menuju kepada Alloh."



Syarah



Orang yang telah sampai kepada Alloh, karena mereka telah terlepas dari kurungan melihat kepada sesuatu selain Allah, ke alam tauhid, maka luaslah pandangan mereka, maka mereka berbuat di alam mereka lebih lapang, sebaliknya orang yang masih merangkak-rangkak di dalam ilmu dan faham yang terbatas, mereka inipun mengeluarkan sekedarnya.

Anggota Lahir Sebagai Cermin Anggota Batin (Al-Hikam Pasal 36)

04:21 0
Anggota Lahir Sebagai Cermin Anggota Batin (Al-Hikam Pasal 36)
Anggota Lahir Sebagai Cermin Anggota Batin 
(Al-Hikam Pasal 36)

ู…ุงَุงุณْู€ุชู€ُูˆุฏِุนَ ูู‰ِ ุบูŠْุจِ ุงู„ุณَّุฑุงุกู€ุฑِ ุธู‡ุฑَ ูِู‰ ุดَู‡ุงุฏَุฉِ ุงู„ุธูˆَุงู‡ِุฑِ


Apa yang tersembunyi dalam rahasia ghoib, yaitu berupa Nur ma’rifat dan nur ilahi, pasti akan ada pengaruhnya di anggota lahir.

Syarah



Apabila dalam hati hamba sudah ada Nur ma’rifat dari Alloh,pengaruhnya Nur tersebut akan jelas tampak pada anggota lahir, karena keadaan lahir itu bisa menjadi cermin keadaan batin.



Abu Hafs berkata: Bagusnya adab kesopanan lahir, membuktikan adanya adab yang didalam batin.



  Rosululloh saw. Ketika melihat seorang yang memain-mainkan tangannya ketika sholat, maka Rosululloh saw. Bersabda : Lau-khosya’a qolbuhu lakhosya-‘at jawarikhuhu. (andaikan khusyu’ hati orang itu, niscaya khusyu' semua anggota badannya.”


Abu Tholib al-makky barkata: Alloh telah menunjukkan tanda bukti orang kafir, yaitu bila disebut nama Alloh mereka mengejek dan enggan tidak mau menerimanya.


 Alloh berfirman :” Apabila disebut nama Alloh saja (sendiri), cemas dan muak hati orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat, sebaliknya bila disebut nama-nama selain Alloh mereka gembira, dan menerima dan puas”.Az-zumar.45.



Alloh menerangkan dalam ayat ini tentang sikap orang-orang kafir, berbeda dengan sikap orang mukmin, jiwanya merasa puas jika dikatakan, ini semua dari Alloh. Dan ini semua perbedaan antara iman tauhid dengan syirik.

Sunday, 4 March 2018

Adakah diantara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?

21:01 0
Adakah diantara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?
Adakah diantara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?

Adakah diantara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah? - Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi'i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut : 

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka". 

Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga." 

Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur. 

Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . ." 
Gambar sekedar ilustrasi
"Assalamu'alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah. 

Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . ..." 

Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama". 

Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).  

(Sumber: Bunga Rampai versi Chm)

Anak Kecil Ini Membikin Nabi Menangis

20:56 0
Anak Kecil Ini Membikin Nabi Menangis
Dari Abu Zaid, yaitu Usamah bin Zaid bin Haritsah, hamba sahayanya Rasulullah s.a.w. serta kekasihnya serta putera kekasihnya pula radhiallahu 'anhuma, katanya: "Puteri Nabi s.a.w. mengirimkan berita kepada Nabi s.a.w. -bahawa anakku sudah hampir meninggal dunia, maka dari itu diminta supaya menyaksikan keadaan kita." (Kita: yakni yang akan meninggal serta yang sedang menungguinya). Beliau lalu mengirimkan khabar sambil menyampaikan salam, katanya: "Sesungguhnya bagi Allah adalah apa yang Dia ambil dan bagiNya pula apa yang Dia berikan dan segala sesuatu di sampingnya itu adalah dengan ajal yang telah ditentukan, maka hendaklah bersabar dan berniat mencari keredhaan Allah."
Gambar cuma ilustrasi/image: pixabay.com
Puteri Nabi s.a.w. mengirimkan berita lagi serta bersumpah nadanya supaya beliau suka mendatanginya dengan sungguh-sungguh. Beliau s.a.w. lalu berdiri dan disertai oleh Sa'ad bin Ubadah, Mu'az bin Jabal, Ubai bin Ka'ab dan Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lelaki lain radhiallahu 'anhum.

Anak kecil itu lalu diberikan kepada Rasulullah s.a.w., kemudian diletakkannya di atas pangkuannya sedang nafas anak itu terengah-engah. Kemudian melelehlah airmata dari kedua mata beliau s.a.w. itu. Sa'ad berkata: "Hai Rasulullah, apakah itu?" Beliau s.a.w. menjawab: "Airmata ini adalah rahmat Allah Ta'ala dalam hati para hambaNya."

Dalam riwayat lain disebutkan: "Dalam hati siapa saja yang dikehendaki olehNya dari kalangan hamba-hambaNya. Hanya saja yang dirahmati oleh Allah dari golongan hamba-hambaNya adalah orang-orang yang menaruh belas kasihan - pada sesamanya. (Muttafaq 'alaih)

----------------------- 
(Riyadhus Shalihin)

MENANGIS KETIKA TERTINGGAL SHALAT BERJAMA'AH

02:36 0
MENANGIS KETIKA TERTINGGAL SHALAT BERJAMA'AH
MENANGIS KETIKA TERTINGGAL SHALAT BERJAMA'AH

Jamak diketahui orang bahwa perbandingan derajat shalat sendirian dengan shalat berjama'ah adalah "shalat berjama'ah 27 derajat lebih utama dari pada shalat sendirian". Dalam riwayat lain disebutkan 25 derajat. Intinya shalat berjama'ah itu lebih utama daripada shalat sendirian. Saking utama dan pentingnya shalat berjama'ah, para ulama ini menyesal dan menangis jika ketinggalan shalat berjama'ah.

• Muhammad bin al-Mubarok berkata,
"Sa'id bin Abdul Aziz apabila tertinggal shalat berjama'ah menangis." 
(Tadzkirotul Huffazh 1/219)

• Maimun bin Mihran mendatangi masjid, maka dikabarkan kepadanya bahwasanya orang-orang sudah selesai shalat.
Ia pun berkata, 
"INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN, Sungguh! Keutamaan shalat ini lebih aku sukai daripada menguasai Iraq."

• Abu Hatim al-'Ashom mengatakan, 
"Aku tertinggal dari shalat jama'ah, maka tidak ada yang menta'ziyahku (menghibur untuk mengurangi kesedihan) selain Abu Ishaq al-Bukhari. Seandainya salah seorang anakku meninggal dunia pasti akan ada lebih dari 10 ribu manusia yang menta'ziyahku.
KARENA MUSHIBAH AGAMA LEBIH RINGAN BAGI MANUSIA DARIPADA MUSHIBAH DUNIA."

• Syaikh Abdul Wahid al-Madkhali berkata,
"Suatu ketika aku bersama Syaikh Rabi'. Namun ternyata kami tertinggal dari jama'ah pertama. Maka beliau beristirja' (mengucapkan innalillahi wa inna illaihi roji'un).
Beliau mengucapkannya beberapa kali, beristirja' sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri (tanda kesedihan dan penyesalan)."

Sekarang bagaimana dengan kita? Menyesal dan menangis tidak jika ketinggalan shalat berjama'ah di masjid atau musholla sekitar kita? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Hadaanaa-allaahu ash-shiroot al-mustaqiim. Wallaahu al-musta'aan.