May 2018 - CUC

Wednesday, 23 May 2018

Keistimewaan-Keistimewaan Sedekah

19:43 0
Keistimewaan-Keistimewaan Sedekah
Keistimewaan-Keistimewaan Sedekah

Assalamualaikum wrwb,  Semoga tulisan ini akan menginspirasi kita semua :

```Jika seseorang itu memberi sedekah, dan dia tahu bahwa sedekahnya itu sampai kpd Allah SWT dahulu sebelum orang yang disedekahinya, maka dia akan mendapat kegembiraan dalam pemberiannya.

Adakah kamu tahu apa saja diantaranya kebaikan-kebaikan sedekah itu?

Silakan perhatikan nomor satu hingga point terakhir.

1. Sedekah adalah salah satu pintu untuk menuju ke Syurga Allah SWT

2. Sedekah ialah perbuatan yang paling mulia antara semua perbuatan kebaikan dan sedekah yang paling baik adalah dgn memberi makanan kepada orang

3. Sedekah akan dihisab pada hari Kiamat dan sedekah akan Inn Syaa Allah menjauhi  api neraka jahanam

4. Sedekah mampu memadamkan kemurkaan Allah SWT dan mampu memadamkan kepanasan di dalam kubur

5. Perkara yang paling memberi keuntungan kepada orang2 yang telah meninggal dunia adalah sedekah dan Allah SWT akan sentiasa memanjangkan pahala dari sedekah tersebut

6. Sedekah mampu mensucikan roh dan menambah pahala kebaikan

7. Sedekah adalah salah satu cara untuk mendapat kebahagiaan di hari Kiamat dihadapan Allah SWT

8. Sedekah boleh menyelamatkan diri dari celaka di hari Kiamat dan tidak akan membuat anda sengsara disebabkan masa lampau anda

9. Sedekah mampu menghapuskan dan diampunkan dari dosa2 yang telah dibuat

10. Sedekah adalah kepastian untuk meninggal dunia dalam keimanan serta ketakwaan terhadap Allah SWT dan malaikat akan mendoakan kebaikan kepada anda

11. Orang2 yang memberi sedekah ialah orang2 yang baik dan siapapun yang terlibat dalam melakukan kebaikan tersebut akan diberi ganjaran oleh Allah SWT 

12. Orang yang memberi sedekah dijanjikan akan mendapat ganjaran yang hebat dari Allah SWT In Syaa Allah 

13. Orang yang memberi sedekah adalah tergolong dari golongan orang2 yang disayang oleh masyarakat

14. Memberi sedekah adalah perbuatan yang mulia dan dihormati

15. Sedekah mampu melepaskan anda drpd kesusahan dan doa2 akan dimakbulkan Allah SWT In Syaa Allah 

16. Sedekah mampu menghapuskan kesulitan hidup dan ditutup 70 pintu kecelakaan di dunia

17. Sedekah mampu memanjangkan umur seseorang dan bisa memberi kejayaan hidup

18. Sedekah adalah obat

19. Sedekah mampu menolong anda dari kecurian, kematian yang dahsyat dan hina, kebakaran dan lemas

20. Sedekah ialah ganjaran yang baik meskipun anda memberi kepada binatang2 atau burung2

Yang akhir sekali.....

Sedekah yang paling baik adalah jika anda membagikan pesan yang baik ini kepada orang lain dan diniatkan sebagai sedekah..```karena itu hanya dengan dengan cara men share tulisan ini anda akan mendapat bagian pahala sedekah, jika yg membaca tulisan ini tergerak hatinya untuk bersedekah.... Yuk share sebanyak banyaknya kpd group keluarga, teman sekolah, teman kerja dll. (Sumber: Group WA)

Tuesday, 22 May 2018

Kita Termasuk Puasa Ular atau Puasa Ulat?

22:46 0
Kita Termasuk Puasa Ular atau Puasa Ulat?
Kita Termasuk Puasa Ular atau Puasa Ulat?


Menarik untuk dibaca kawan👍

Kita termasuk puasa ular atau puasa ulat?? Cari tau Jawabannya dibawah ini!

🐍 PUASA ULAR 🐍
.
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.

Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
.
🍃 ibroh dari puasanya ular :

1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
.
🐛 PUASA ULAT 🐛
.
Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.

🍃 Ibroh dari puasanya ulat :

1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.

🔘 KESIMPULAN 🔘

Hakikat puasa bukanlah hanya menahan lapar dan haus saja, namun kita jg harus menahan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yg tidak baik, sehingga kedepan kita bisa menjadi lebih baik lagi dari pada hari ini.

Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

Selamat berpuasa Ramadhan, semoga kita lulus menjadi Muttaqin. Aamiin.
(Sumber: Group WA)

Sunday, 20 May 2018

Sarana-sarana yang Meluruskan Hati

19:15 0
Sarana-sarana yang Meluruskan Hati
Sarana-sarana yang Meluruskan Hati

Sesungguhnya seseorang hanya dapat lurus de­ngan lurusnya hati dan anggota badan. Ada­pun lurusnya hati disebabkan oleh dua faktor:

Pertama, hendaknya kecintaan kepada Allah lebih diutamakan daripada kecintaan kepada apapun selain-Nya. Jika bertentangan antara kecintaan kepada Allah dengan kecintaan yang selain-Nya maka harus dimenangkan kecintaannya kepada Allah dari yang selain-Nya, kemudian mengerjakan apa-apa yang menjadi tuntutannya. Alangkah mudahnya klaim, dan alangkah sulitnya mewujudkannya dalam amal­an, "tatkala diuji barulah kelihatan mana orang yang mulia, mana pula yang hina."

Betapa banyaknya manusia yang lebih menda­hulukan kecintaannya kepada dirinya sendiri, hawa nafsunya, pembesarnya, pemimpinnya, syaikhnya atau keluarganya dibanding dengan kecintaannya kepada Allah Ta'ala. Dia tidak menaruh rasa cinta­nya kepada Allah di hatinya dengan sepenuh cinta, tidak pula mendominasi di hatinya. Sunnatullah ba­gi orang yang memiliki keadaan seperti ini, maka Allah akan menjadikannya dibuat susah oleh sesua­tu yang dia cintai, dan akan sulit baginya untuk men­dapatkan apa yang dia cintai.  Ia tidak akan menda­patkan apa-apa selain kesusahan dan kesulitan, se­bagai balasan baginya karena ia telah mendahulu­kan hawa nafsunya, atau hawa nafsu makhluk yang diagungkan dan dicintainya melebihi kecintaannya kepada Allah Ta'ala.

Kedua, sarana yang dapat meluruskan hati ada­lah mengagungkan (memperhatikan) perintah dan larangan, dan hal itu dilandasi oleh pengagungan terhadap Yang memerintah dan melarang (yakni Allah-pcnt). Karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah mencela orang yang tidak mengagungkan perintah dan larangan-Nya sebagaimana firman-Nya:

مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَاراً

"Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?" (QS Nuh: 13)

Para ulama menafsirkannya dengan "mengapa­kah kalian tidak takut akan keagungan Allah Ta'ala?".

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Inti Ibadah

19:06 0
Inti Ibadah
Inti Ibadah

Inti ibadah terletak pada dua kaidah dasar, yakni hubbun kamil (kecintaan yang sempurna) dan dzullun taam (perasaan rendah secara sempurna).

Kedua asas tersebut tergantung kepada dua asas yang sebelumnya. Yakni merasakan nikmat/karunia yang akan menimbulkan kecintaan dan merasakan aib dan kekuarangan amalnya yang akan menim­bulkan perasaan rendah secara sempurna. Jika se­orang hamba membangun kepribadiannya di jalan Allah dengan dua landasan tersebut, niscaya musuh tidak akan berhasil mengalahkannya, kecuali jika ia dalam keadaan lengah dan lalai, itupun kemudian Allah عزّوجلّ akan segera memenangkan musuhnya kem­bali, dan ia mendapatkan miliknya kembali dengan rahmat-Nya.


(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Tanda Diberi Taufik

19:03 0
Tanda Diberi Taufik
Tanda Diberi Taufik

Sesungguhnya orang-orang bijak telah sepakat  bahwa taufik berarti Allah tidak menelan­tarkan jiwamu, sedangkan khudzlan adalah Allah Ta'ala menyerahkan jiwamu kepada dirimu sendiri (menelantarkan jiwamu-pent). Maka barangsiapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, niscaya Allah membuka baginya perasaan hina di hadapan Allah, senantiasa bersandar kepada Allah, merasa butuh dengan-Nya, menyadari akan aib dan kebo­dohan dirinya, kedzaliman dan pembangkangan­nya. Dalam waktu yang bersamaan dia mengakui akan karunia Allah dan kebaikan-Nya, rahmat-Nya, wujud-Nya, Maha kaya dan segala sifat-Nya yang terpuji.

Seorang yang bijak, berjalan menuju Allah Ta'ala dengan kedua sayap ini, tidak mungkin berjalan me­lainkan dengan keduanya. Manakala hilang salah satu darinya, maka bagaikan burung yang kehi­langan sebelah sayapnya.

Syaikhul Islam berkata, "Seorang yang bijak berjalan menuju Allah di antara dua keadaan yakni mengakui karunia Allah dan menyadari aib diri dan kekurangan amalnya."

Inilah makna yang terkandung dalam sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم di dalam hadits yang shahih: "Sayyidul istighfar adalah hendaknya seseorang membaca:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
"Ya Allah, Engkaulah Rabbku, tidak ada ilah yang haq kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku berusaha memenuhi janji-Mu semampuku.  Aku memohon per­lindungan kepada-Mu dari buruknya apa yang aku kerjakan, aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguh­nya tiada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Al-Bukhari).

Terkumpullah dalam hadits nabi tersebut "aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku", yakni mengakui nikmat Allah dan mengakui aib diri­nya dan kekurangan amalnya.

Merasakan nikmat akan menumbuhkan kecinta­an, pujian, dan rasa syukur kepada Pemberi nikmat dan kebaikan. Sedangkan mengakui aib dirinya dan kekurangan amalnya akan menumbuhkan rasa rendah, fakir di hadapan Allah dan bertaubat pada setiap kesempatan.

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Bahaya Ujub dan Ghurur

18:56 0
Bahaya Ujub dan Ghurur
Bahaya Ujub dan Ghurur

Adapun seseorang yang melakukan kebaikan lalu dengannya ia membangga-banggakan di hadapan Allah, berlaku takabbur dengannya, pa­mer, ujub dan membesar-besarkannya, dia berkata, "Aku telah mengerjakan, aku telah mengerjakan", kemudian menyebabkan dirinya berbangga dan som­bong, menonjolkan diri dan membesar-besarkan amalnya hingga akhirnya ia binasa karenanya.

Jika Allah menghendaki orang ini baik, maka Allah akan memberikan bala' kepadanya dengan sesuatu yang akan menghancurkan kesombongannya, membuat lehernya tertunduk, dan merasa hina di hadapan-Nya. Namun jika Allah menghendaki selain itu, maka dibiarkannya ia dengan rasa ujub dan kesom­bongannya, dan jika Allah membiarkannya, itu per­tanda ia akan binasa.

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Nikmat Dibukanya Pintu Taubat

02:39 0
Nikmat Dibukanya Pintu Taubat
Nikmat Dibukanya Pintu Taubat

Taubat adalah penyesalan. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka akan dibukakan baginya pintu-pintu taubat, penyesalan dan kekecewaan, merasa hina di hadapan Allah, fa­kir di hadapan-Nya, memohon pertolongan-Nya, tulus kembali kepada-Nya, terus menerus tadharru', berdo'a, taqarrub kepada-Nya dengan segala kebaik­an semaksimal mungkin yang dapat ia kerjakan, hingga keburukan yang telah ia kerjakan menjadi sebab baginya untuk mendapatkan rahmat (karena ia mau bertaubat). Sampai-sampai musuh Allah (syetan) berkata, "Duhai seandainya dahulu aku tidak menggodanya dan menjerumuskannya ke dalam dosa..!" 

Inilah maksud perkataan sebagian salaf,  "Sesungguhnya ada seorang hamba yang ber­buat dosa namun ia masuk jannah karenanya, dan ada seorang hamba yang berbuat baik namun ia masuk neraka karenanya." 
Orang-orang bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi?" 
Beliau menjawab, "Seorang hamba melakukan dosa namun kemudian meneteslah air matanya karena takut, khawatir, me­nangis karena menyesal dan malu kepada Allah Ta­'ala. Dia menundukkan kepalanya di hadapan Allah, seakan hatinya pecah, hingga dosa yang dia kerjakan menjadi sebab baginya untuk mendapatkan keba­hagiaan dan kesuksesan. Sehingga dosa yang ia ker­jakan (lalu dia bertaubat) itu lebih bermanfaat dari banyaknya ketaatan yang dapat menyebabkan da­tangnya kebahagiaan seorang hamba dan keberuntungannya. Maka dosa tersebut menjadi sebab ba­ginya untuk masuk jannah".

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Godaan Syetan

02:32 0
Godaan Syetan
Godaan Syetan

Mereka itulah hamba-hamba-Nya yang tiada kekuatan bagi musuh untuk menguasainya. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ

"Sesungguhnya hamba-hamba-ku tidak ada kekua­saan bagimu (iblis) terhadap mereka.'' (QS Al-Hijr: 42)

Karena musuh Allah Iblis mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak akan menyerahkan hamba-Nya kepadanya, dan tidak akan memberikan kekuatan untuk menguasai mereka, maka Iblis berkata:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
"Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." (QS Shaad: 82-83).

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقاً مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ. وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ

"Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akherat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu ." (QS Saba': 20, 21)

Allah tidak akan memberikan jalan bagi musuh-musuh-Nya untuk menguasai hamba-hamba-Nya yang beriman, karena mereka berada dalam pe­meliharaan, perlindungan dan penjagaan-Nya. Jika musuh mampu memangsa salah satu di antara ham­ba-Nya, maka hal itu seperti layaknya pencuri me­nyergap seseorang yang lengah, hal ini adalah perkara yang wajar. Karena seorang hamba ter­kadang terjerumus ke dalam kelalaian, syahwat dan marah. Syetan masuk melalui tiga pintu tersebut, kendati seorang hamba telah berjaga-jaga, namun ada saat di mana ia lengah, mengikuti syahwat dan marah. Adam, nenek moyang manusia adalah makh­luk yang paling lembut, paling cemerlang akalnya dan paling kokoh, namun demikian musuh Allah ber­hasil pula menjerumuskan ke tempat yang dia ke­hendaki. Lantas bagaimana pendapat anda terhadap seseorang yang tingkat akalnya dibandingkan Adam laksana buih dalam lautan?

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Hikmah dari Bala'

02:27 0
Hikmah dari Bala'
Hikmah dari Bala'

Jika Allah Ta'ala menguji hamba-Nya dengan bala',  tidaklah hal itu bertujuan untuk menyeng­sarakan hamba-Nya. Akan tetapi Dia menimpakan bala' adalah untuk menguji kesabaran dan kesung­guhan ibadahnya. Karena bagi Allahlah ibadah se­orang hamba tatkala berada dalam kesempitan, sebagaimana bagi-Nya pula ubudiyah hamba di kala lapang. Bagi-Nyalah ubudiyah hamba dalam perkara yang tidak ia suka, sebagaimana bagi-Nya pula ubudiyah hamba dalam perkara yang dia suka.

Kebanyakan manusia hanya mempersembahkan ubudiyah dalam hal-hal yang mereka sukai saja, namun bakhil untuk memberikan ubudiyah dalam hal yang tidak mereka suka. Oleh karena itulah ke­dudukan hamba itu bertingkat-tingkat di sisi Allah sesuai dengan tingkatan ubudiyahnya kepada-Nya. Wudhu dengan air dingin dalam suasana yang amat panas adalah ibadah, bermuka manis di hadapan istri cantik yang dicintai adalah ibadah, memberikan nafkah kepadanya, keluarganya dan dirinya sendiri adalah ibadah. Demikian halnya wudhu dengan air dingin di saat suasana yang sangat dingin adalah ibadah, meninggalkan maksiat di saat nafsu sangat menginginkannya bukan karena takut pada manusia adalah ibadah dan menafkahkan hartanya di kala sempit merupakan ibadah. Akan tetapi (kendati sa­ma-sama ibadah) ada perbedaan tingkatan yang jauh antara dua macam ibadah di atas.

Maka barangsiapa mampu menghamba kepada Allah dalam dua keadaan tersebut, menegakkannya dikala benci dan cinta, maka dia akan memperoleh apa yang difirmankan Allah:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya." (QS Az-Zumar: 36)


Kecukupan yang sempurna didapat dengan ubu­diyah yang sempurna, kekurangan disebabkan pula karena kurangnya sifat ubudiyah. Maka barang­siapa yang mendapatkan kebaikan hendaknya me­muji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, janganlah mencela melainkan kepada di­rinya sendiri.

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Sabar Menghadapi Bala’

02:23 0
Sabar Menghadapi Bala’
Sabar Menghadapi Bala’

Terhadap ujian dari Allah yang menimpa seorang hamba, wajib baginya untuk bersabar dan merelakannya.

Adapun rukun sabar adalah menahan jiwa dari perasaan jengkel terhadap takdir yang menimpa dirinya, mencegah lisan mengeluh dan menjaga anggota badan dari berbuat maksiat seperti menampar pipi, merobek baju, menjambak rambut (karena histeris) dan semisalnya.

Maka ruang lingkup sabar berkisar pada tiga rukun tersebut, jika seorang hamba menegakkan sebagaimana mestinya, niscaya ujian akan berubah menjadi anugerah, bala' menjadi karunia dan benci menjadi rasa cinta.

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Syukur Terhadap Nikmat

02:04 0
Syukur Terhadap Nikmat
Syukur Terhadap Nikmat

Nikmat-nikmat Allah Ta'ala melimpah ruah, sedangkan pengikatnya adalah syukur. Syukur dibangun di atas tiga rukun, yakni: menga­kuinya di dalam bathin, menyebutnya secara dhahir dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai de­ngan ridha Pemberinya.

Jika seseorang melakukan hal itu, berarti dia telah bersyukur kendati terkadang ada kekurangan dalam mensyukurinya.

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Tanda-tanda Kebahagiaan

01:56 0
Tanda-tanda Kebahagiaan
Tanda-tanda Kebahagiaan

Imam Ibnu Al-Qayyim رحمه الله menyebut­kan bahwa indikasi kebahagiaan seorang hamba ada tiga perkara. Yakni,  jika diberi nikmat maka ia bersyukur, jika diuji dengan musibah dia bersabar dan jika dia berdosa maka segera memohon ampun.

Beliau berkata, "ketiga perkara tersebut adalah indikasi kebahagiaan seorang hamba, tanda-tanda bahwa ia mendapat keberuntungan di dunia dan di akherat. Seorang hamba tidak akan stabil posisinya di antara tiga hal tersebut. Dan seorang hamba akan senantiasa turun naik derajatnya dalam tiga kondisi tersebut.

(Menyucikan Jiwa, Pilihan Mutiara Nasihat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah رحمه الله)

Wednesday, 16 May 2018

Doa Melihat Hilal

03:32 0
Doa Melihat Hilal
Doa Melihat Hilal

ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻫِﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺑِﺎﻷَﻣْﻦِ ﻭَﺍﻹِﻳﻤَﺎﻥِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔِ ﻭَﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ
ﻭَﺍﻟﺘَّﻮْﻓِﻴﻖِ ﻟِﻤَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﻭَﻳَﺮْﺿَﻰ ، ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﻭَﺭَﺑُّﻚَ ﺍﻟﻠﻪُ

“Allahu Akbar, Ya Allah terbitkanlah al-hilal kepada kami dengan keamanan dan iman, dengan keselamatan dan Islam, dan taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau Ridhai. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.”

[HR. At-Tirmidzi (3451), Ad-Darimi (1741), Al-Hakim (II/285) dari shahabat Thalhah bin ‘Ubaidillah. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1816. diriwayatkan pula oleh Ad-Darimi (1740) dari shahabat Ibnu ‘Umar. Dishahihkan pula oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Kalimith Thayyib no. 162.]

Tuesday, 15 May 2018

Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadhan 1439 H Jatuh Pada Kamis 17 Mei 2018

06:29 0
Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadhan 1439 H Jatuh Pada Kamis 17 Mei 2018
Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadhan 1439 H Jatuh Pada Kamis 17 Mei 2018

Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Awal puasa tahun ini ditetapkan esok lusa karena hari ini hilal atau bulan baru penanda pergantian bulan belum tampak.

Penetapan awal Ramadan ini dilakukan melalui sidang isbat pemerintah melalui Kementerian Agama pada Selasa (15/5) malam, Jakarta.

"Maka 1 Ramadan 1439 hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membacakan hasil sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5) malam.

Dengan ditetapkan awal Ramadan esok lusa, maka awal puasa tahun ini akan jatuh bersamaan dengan ormas Muhammadiyah yang sudah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei.

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab atau perhitungan. Sementara pemerintah, selain metode hisab, juga memberlakukan metode rukyatul hilal atau pengamatan hilal langsung.

Sidang isbat yang hasilnya diumumkan Menteri Agama pada malam ini diikuti perwakilan organisasi masyarakat Islam dan kedutaan besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar astronomi dari ormas-ormas Islam, serta pejabat eselon I dan II Kemenag dan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag.
Penetapan 1 Ramadan ini berdasarkan pemantauan hilal di titik pemantauan di 95 titik di seluruh Indonesia. Lokasi pemantauan paling Barat, tersebar di Observatorium Kuta Karang, dan Tugu 0 KM Indonesia, Sabang. Sedangkan di wilayah paling Timur Indonesia, pemantauan hilal dilakukan di Pantai Lampu Satu Merauke. (cnnindonesia.com)