2018 - CUC

Tuesday, 30 October 2018

Kenapa (mesti) menghafal Al Quran? Karena ...

00:05 0
Kenapa (mesti) menghafal Al Quran? Karena ...
Kenapa (mesti) menghafal Al Quran? Karena ...

✋🏻كلّ الناس سواسية

Semua manusia sama

✋🏻 فى مقامٍ واحد يوم القيامة
✋ Derajatnya sama di hari Kiamat

👌🏻إلا حافظ القرآن
👌 Kecuali hafidz Alquran

👌🏻مع الملائكة..!
👌 Bersama para malaikat..!

👌🏻مع السفرة، الكرام، البررة 
👌 Bersama para malaikat yang mulia dan baik

✋🏻كل النّاس يفرّون 
✋ Semua manusia berlari..

✋🏻من بعضهم يوم القيامة!
✋ Satu sama lain di hari Kiamat!

👌🏻إلا حافظ القرآن 
👌 Kecuali hafidz Alquran

👌🏻يبحث عن والديه ؛
👌 Ia mencari kedua orang tuanya

👌🏻ليلبسهم تاج الوقار 👑
👌 Untuk dikenakan mahkota kehormatan 👑

 ✋🏻تعبك مع القرآن في حفظه وتجويده حتى وإن لم تظهر آثاره عند معلمك ومعلمتك
✋ Lelahmu bersama Alquran saat menghafalnya , memperbaiki bacaan untuknya, walaupun tidak ada apresiasi dari gurumu, karena akan di bayarkan Alloh Azza wajalla 

☝🏻حقه محفوظ عند الله
✋ Adalah hak yang terpelihara di sisi Allah
Bagimu wahai penghafal Al Quran 

✋🏻لا يكتفى القرآن بإيصالك للجنة
بل لايزال معك فيها تقرأوه حتى تصل لأعلى درجاتها

 (اقرأ، وارتَقِ، ورتِّل)
✋ Tidak cukup Alquran hanya mengantarkanmu ke surga
Namun ia selalu bersamamu sampai ke derajat tertinggi
(Bacalah, naiklah, tartillah)

  ‏✋🏻لو علم المقصر مع القرآن 
ما الذي ينتظره من نعيم حين يشرع في التلاوة ماتردد والله لحظة ..!!
✋ Andai pemalas tahu apa yang menunggunya yang berupa kenikmatan dikala membacanya, demi Allah, ia tidak akan ragu sekejap pun.

✋🏻القرآن ضد كل أوجاع الحياة ..
✋ Alquran melawan semua keperihan hidup.

"القرآن" 
👌🏻يروى روحك ويُلملم شتآت قلبك 
✋ Alquran menghilangkan dahaga rohanimu dan menyatukan serpihan-serpihan hatimu

‏✋🏻لا مجلس يجارى نعيم الحلقات والتلاوات الشجية تترنم حولك بروحانية ..
ولا حب يناوش مودة أهل القرآن
✋ Tak ada majlis seindah halaqah Alquran, tilawah yang merdu, yang berdengung di sekitarmu oleh ruhnya
Dan tiada cinta sebanding dengan cintanya ahlul quran.

☝🏻اللهم ارزقنا حفظ كتابك 
☝ Allah, karuniakan kami membaca dan menghafal  kitab-Mu

☝🏻والعمل به وتدبر اياته 
☝ Mengamalkannya dan mentadabburi ayat-ayatnya

☝🏻على الوجه الذي يرضيك عنا
☝Sesuai dengan apa yang Kau ridhai

☝🏻 واجعله جليسنا وانيسنا 
☝Jadikan ia sebagai teman dekat dan kekasih kami

☝🏻وارزقنا اخلاص النيه 
☝ Karuniakan kami keikhlasan niat

☝🏻وارزق ذريتنا حفظه
☝ Karuniakan keturunan kami menghafalnya

☝🏻 وقر اعيننا واجعلنا ممن يلَبسون 
☝ Jadikan ia sebagai kebahagiaan kami dan jadikan kami termasuk yang mengenakan mahkota

☝🏻ويُلبسون تاج الوقار برحمتك يالله
☝ Mahkota kehormatan dengan rahmat-Mu, ya Allah

👇🏻👇🏻👇🏻
 ‏*القرآن القرآن القرآن
👌🏻قال ابن قدامة رحمه الله :
" ويُكره أن يؤخر ختمة القرآن أكثر من أربعين يوما ؛  " 
👌 Alquran Alquran Alquran
Ibnu Qudamah berkata, "Ia tidak suka mengkhatamkannya lebih dari 40 hari."

👌🏻وقال القرطبي رحمه الله :
" والأربعين مدة الضعفاء وأولي الأشغال "
👌 Alqurthubi berkata, "40 hari adalah masanya orang-orang lemah dan sibuk." Kalau bisa lebih cepat lebih baik 

👌🏻كم من شهور وأربعينات تنقضي ؟ ترتجف لها القلوب لو عقلناها !
👌 Betapa banyak bulan-bulan berlalu dan sirna? (Tanpa Alquran) Andai kita mengerti, pasti hati gemetar!

👌🏻من بركة القرآن 
أن الله تعالى يبارك في عقل قارئه وحافظه . .
👌 Diantara keberkahan Alquran bahwa Allah berkahi akal orang yang membaca dan menghafalnya.

* فعن عبد الملك بن عمير : 
' ( كان يقال إن أبقى الناس عقولا قراء القرآن ) ، 
Dari Abdul Malik bin Umair, "Dikatakan bahwa orang yang paling bertahan akalnya adalah para pembaca dan penghafal Alquran."

- وفي رواية :
' ( أنقى الناس عقولا قراء القرآن ) '
Riawayat lain, "Orang paling bersih akalnya adalah pembaca dan penghafal Alquran.'

👌🏻وقال القرطبي رحمه الله :
من قرأ القرآن مُتّع بعقله وإن بلغ مئة !
👌Qurthubi berkata, "Siapa membaca dan menghafal Alquran ia akan menikmati akalnya walau umurnya sampai 100 (tahun)."

👌🏻وقد أوصى الإمام إبراهيم : المقدسي تلميذه عباس بن عبد الدايم - رحمهم الله :
( أكثر من قراءة القرآن ولا تتركه ، فإنه يتيسر لك الذي تطلبه  على قدر ما تقرأ ) ؛ 

👌 Imam Ibrahim Almaqdisi menasihati muridnya, Abbas bin Addayim, "Perbanyaklah membaca Alquran dan jangan tinggalkan. Sesungguhnya apa yang kamu minta akan menjadi mudah sebatas apa yang kamu  baca dan kamu hafalkan 

👌🏻وقال ابن الصلاح رحمه الله :
- ورد أن الملائكة لم يعطوا فضيلة قراءة القرآن ، ولذلك هم حريصون على استماعه من الإنس !
👌Ibnu Shalah berkata, "Diriwayatkan bahwa malaikat tidaklah dikaruniai kemuliaan membaca dan menghafal Alquran. Makanya mereka sangat ingin selalu mendengarnya dari manusia." 

👌🏻وقال أبو الزناد :
' ( كنت أخرج من السّحَر  إلى مسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم فلا أمر ببيت إلا وفيه قارئ ) ؛ 
👌Abu Zunad berkata, "Di waktu sahur aku keluar menuju masjid Rasulullah saw, dan aku tidak melewati rumah kecuali disana ada yang sedang membaca Alquran."

👌🏻وقال شيخ الإسلام رحمه الله :
( ما رأيت شيئا يغذّي العقل والروح ويحفظ الجسم ويضمن السعادة أكثر من إدامة النظر في كتاب الله تعالى ) ؛ 
👌 Syaikhul Islam berkata, "Aku tidak melihat sesuatu yang memberi asupan kepada akal, menjaga fisik, dan memberi kebahagiaan lebih banyak ketimbang berlama-lama memandangi Alquran."

👌🏻فتعلق بالقرآن أخي الحبيب تجد البركة . . 
- قال الله تعالى في محكم التنزيل : 
" كتاب أنزلناه إليك مبارك  ليدبروا آياته "
👌 Maka kuatkan hubungan dengan Alquran saudaraku niacaya kamu akan mendapat keberkahan.
Allah berfirman, "Kitab yang kami turunkan yang penuh berkah agar kalian tadabburi ayat-ayatnya.

👌🏻وكان بعض المفسرين يقول :
- ( اشتغلنا بالقرآن فغمرتنا البركات والخيرات في الدنيا ) ؛ 
👌 Seorang mufassir berkata, "Kami sibuk dengan Alquran maka kami mendapatkan limpahan keberkahan dan kebaikan di dunia."

👌 Yang mengajak kepada kebaikan seperti yang melakukannya. 

Barangkali ada orang yang menjadi rajin membaca Alquran karena ajakan mu , maka anda akan mendapatkan pahala karenanya, tanpa mengurangi pahalanya

Sunday, 28 October 2018

Suami Ideal Selalu Mendoakan Kebaikan Bagi Anak Dan Istrinya

19:57 0
Suami Ideal Selalu Mendoakan Kebaikan Bagi Anak Dan Istrinya
💦 Suami Ideal Selalu Mendoakan Kebaikan Bagi Anak Dan Istrinya

Termasuk sifat hamba-hamba Allah Ta’ala yang beriman adalah selalu mendoakan kebaikan bagi dirinya dan anggota keluarganya. Allah Ta’ala berfirman:

{وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا}

_“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwa”_  (QS al-Furqaan: 74).

Dalam hadits yang shahih, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjelaskan tentang kewajiban seorang suami terhadap istrinya, diantaranya: _“…Dan tidak mendokan keburukan baginya”_ (HR. Abu Daud no 2142).

Maka kepala keluarga yang ideal tentu akan selalu mengusahakan dan mendoakan kebaikan bagi anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya, bahkan inilah yang menjadi sebab terhiburnya hatinya, yaitu ketika menyaksikan orang-orang yang dicintainya selalu menunaikan ketaatan kepada Allah Ta’ala. (Sumber: Group WA)

Hidayah Hanyalah Milik Allah Ta’ala

19:47 0
Hidayah Hanyalah Milik Allah Ta’ala
💦 Hidayah Hanyalah Milik Allah Ta’ala

Pendidikan anak merupakan sebuah permasalahan yang mau tidak mau harus dipelajari seorang calon orang tua atau bahkan seseorang yang sudah menjadi orang tua. Karena anak merupakan investasi jangka panjang kedua orang tuanya. Jika kedua orang tua salah dalam menerapkan pendidikan kepada anaknya, maka investasinya pun akan rusak atau bahkan hancur. Mendidik anak juga merupakan kewajiban yang Allah Ta’ala bebankan kepada kedua orang tua. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

_“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”_ (QS. At Tahrim [66] : 6)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa aallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالرَّجُلُ رَاعٍ في أهلِهِ وَمَسؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ في بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْؤُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا…

_“Setiap kalian merupakan pemimpin dan akan ditanya atas apa yang dia pimpin. Seorang lelaki merupakan pemimpin bagi keluarganya dan dia pun akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang wanita merupakan pemimpin di rumah suaminya dan dia pun akan ditanya tentang kepemimpinannya … ”_ (HR. Bukhari no. 2554 dan Muslim no. 1829)


Hidayah hanyalah Milik Allah Ta’ala

Hal pertama yang harus kita ketahui sebagai orang tua (ayah dan ibu) adalah bahwa Sang Pemberi Hidayah hanyalah Allah Ta’ala. Usaha yang ayah dan ibu lakukan adalah sekedar mengambil sebab dan menunaikan kewajiban yang Allah Ta’ala bebankan kepada kita, para orang tua. Selebihnya adalah hak Allah Ta’ala karena Dia-lah yang akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki Nya. Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

_“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.”_ (QS. Al–A’raf [7]: 178)

فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ

_“Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberikan petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Maka janganlah kamu berlebihan dalam bersedih terhadap mereka.”_ (QS. Faathir [35]: 8)

وَلَوْ شِئْنَا لَآَتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا

_“Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan petunjuk kepada tiap-tiap jiwa.”_ (QS. As–Sajdah [32]: 13)

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآَمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا

_“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang yang ada di muka bumi ini beriman seluruhnya.”_ (QS. Yunus [10]: 99)

يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ

_“Allah memberikan petunjuk kepada cahaya-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki.”_ (QS. An–Nuur [24]: 35)

وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

_“Dan Allah memberikan petunjuk siapa yang dikehendaki Nya kepada jalan yang lurus.”_ (QS. An–Nuur [24]: 46)

Dan masih banyak firman Allah yang lainnya. Wallahu a'lam bish-shawaab.

Sumber: 🏡 Group WhatsApp 🏡

Tuesday, 11 September 2018

Perawatan Jenazah BAB IX. MEMANDIKAN MAYYIT

03:45 0
Perawatan Jenazah BAB IX. MEMANDIKAN MAYYIT
Perawatan Jenazah BAB IX. MEMANDIKAN MAYYIT

- Jika sudah meninggal, maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus segera memandikannya.

- Dalam memandikan mayyit, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Memandikan tiga kali atau lebih, sesuai dengan yang dibutuhkan
2. Memandikan dengan jumlah ganjil
3. Mencampur sebagian dengan sidr, atau yang bisa menggantikan fungsinya seperti sabun
4. Mencampur mandi terakhir dengan wangi-wangian seperti kapur barus/kamper dan ini lebih afdhal. (terkecuali jika yang meninggal sedang melakukan ihram maka tidak boleh diberi wangi-wangian)
5. Ikatan rambut harus dibuka, lalu rambut dicuci dengan baik.
6. Menyisir rambut
7. Mengikat mejadi tiga bagian untuk rambut wanita, lalu mebentangkan ke belakangnya
8. Memulai memandikan dari bagian kanannya dan anggota wudhunya dan anggota wudhunya
9. Laki-laki dimandikan oleh laki-laki juga, dan wanita dimandikan oleh wanita juga. (Terkecuali bagi suami-istri, boleh saling memandikan, karena ada dalil sunnah yang memperkuat amalan ini)
10. Memandikan dengan potongan-potongan kain dalam keadaan terbuka dengan kain di atas tubuhnya setelah membuka semua pakaiannya
11. Yang memandikan mayyit adalah orang yang lebih mengetahui cara penyelenggaraan mayat/jenazah sesuai dengan sunnah Nabi صلی الله عليه وسلم, lebih-lebih jika termasuk kerabat keluarga mayyit

- Yang memandikan mayyit akan mendapatkan pahala yang besar jika memenuhi dua syarat berikut:
1. Menutupi kekurangan yang ia dapati dari mayyit dan tidak menceritakan kepada orang lain
2. Ikhlas karena Allah semata dalam mejalankan urusan jenazah tanpa mengharapkan pamrih dan terima kasih serta tanpa tujuan-tujuan duniawi. Karena Allah tidak menerima amalan akhirat tanpa keikhlasan semata-mata kepada-Nya.

- Danjurkan bagi yang memandikan jenazah supaya mandi. (Tidak diwajibkan).

- Tidak disyariatkan memandikan orang yang mati syahid di medan perang, meskipun ia gugur dalam keadaan junub.

Perawatan Jenazah Bab VIII: PUJIAN ORANG TERHADAP MAYYIT

03:39 0
Perawatan Jenazah Bab VIII: PUJIAN ORANG TERHADAP MAYYIT
Perawatan Jenazah Bab VIII: PUJIAN ORANG TERHADAP MAYYIT
- Pujian baik terjadap mayyit dari sekelompok orang-orang muslim yang benar-benar, paling kurang dua orang di antara tetangga-tetangganya yang arif, shalih dan berilmu dapat menjadi penyebab masuknya mayyit ke dalam surga.

- Jika kematian seseorang bertetapan dengan gerhana matahari atau bulan, maka hal itu tidak menunjukkan sesuatu. Sedangkan anggapan bahwa hal itu merupakan tanda-tanda kemualian si mayyit adalah khurafat jahiliyah yang bathil.

Thursday, 6 September 2018

Perawatan Jenazah Bab VII: TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH

21:25 0
Perawatan Jenazah Bab VII: TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH
Perawatan Jenazah Bab VII: TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH

Telah sah pejelasan dari Nabi صلی الله عليه وسلم beliau menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah (kematian/akhir hidup yang baik). Jika seseorang meniggal dunia dengan mengalami salah satu di antara tanda-tanda itu maka itu merupakan kabar gembira.

1. Mengucapkan syahadat di saat meninggal
2. Mati dengan berkeringat pada dahi
3. Mati pada hari Jum'at atau pada malam Jum'at
4. Mati Syahid di medan jihad
5. Mati terkena penyait thaa'uun
6. Mati terkena penyakit perut
7. Mati tenggelam
8. Mati terkena reruntuhan
9. Mati seorang wanita hamil karena janinnya
10. Mati terkena penyakit paru
11. Mati membela agama atau diri
12. Mati membela/mempertahankan harta yang akan dirampok
13. Mati dalam keterikatan dengan jalan Allah
14. Mati dalam suatu amalan shalih
15. Mati terbakar.

Perawatan Jenazah BAB VI. CARA MENGUMUMKAN KEMATIAN YANG DIBOLEHKAN

21:13 0
Perawatan Jenazah BAB VI. CARA MENGUMUMKAN KEMATIAN YANG DIBOLEHKAN
Perawatan Jenazah BAB VI. CARA MENGUMUMKAN KEMATIAN YANG DIBOLEHKAN

1. Boleh menyampaikan berita kematian tanpa menempuh cara-cara yang diamalkan pada zaman jahiliyah dahulu. Bahkan terkadang menyampaikan berita kematian hukumnya menjadi wajib jika tidak ada yang memandikannya, mengkafani, menshalati dan lain-lain.

2. Bagi yang menyampaikan berita kematian dibolehkan meminta kepada orang lain supaya mendo'akan mayyit, karena hal ini ada landasannya di dalam sunnah.

Perawatan Jenazah BAB V: HAL-HAL YANG TERLARANG

07:23 0
Perawatan Jenazah BAB V: HAL-HAL YANG TERLARANG
Perawatan Jenazah BAB V: HAL-HAL YANG TERLARANG

Rasulullah telah melarang/mengharamkan hal yang selalu dilakukan oleh banyak orang disaat ada yang meninggal, hal-hal yang dilarang tersebut wajib diketahui untuk dihindari, di antaranya :


1. Meratap, yaitu menangis berlebih-lebihan, berteriak, memukul wajah, merobek-robek kantong pakaian dan lain-lain.

2. Mengacak-acak rambut

3. Laki-laki memperpanjang jenggot selama beberapa hari sebagai selama beberapa hari sebagai tanda duka atas kematian seseorang. Jika duka sudah berlalu maka mereka kembali mencukur jenggot lagi.

4. Mengumumkan kematian lewat menara-menara atau tempat lain, karena cara mengumumkan yang seperti itu terlarang dan syariat.

Perawatan Jenazah Bab IV: YANG BOLEH DILAKUKAN PARA KERABATNYA DAN ORANG LAIN

07:18 0
Perawatan Jenazah Bab IV: YANG BOLEH DILAKUKAN PARA KERABATNYA DAN ORANG LAIN
Perawatan Jenazah Bab IV: YANG BOLEH DILAKUKAN PARA KERABATNYA DAN ORANG LAIN

1. Boleh membuka wajah mayyit dan menciumnya, menangisi -tanpa ratapan- dalam kurung tiga hari.

2. Tatkala berita kematian sampai kepada kerabat mayyit, mereka harus:
a. Bersabar serta redha akan ketentuan Allah
b. Beristirjaa' yaitu membaca : 


إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ 

"Artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepadaNya-lah kita akan kembali"

3. Tidaklah menyalahi kesabaran jika ada wanita yang tidak berhias sama sekali asal tidak melebihi tiga hari setelah meninggalnya ayahnya atau selain ayahnya. Kecuali jika yang meninggal adalah suaminya, maka ia tidak berhias selama empat bulan sepuluh hari, karena hal ini ada dalilnya.

4. Jika yang meninggal selain suaminya, maka lebih afdhal jika tidak meninggalkan perhiasannya untuk meredlakan/menyenangkan suaminya  serta memuaskannya. Dan diharapkan adanya kebaikan di balik itu.

Perawatan Jenazah Bab III: KETIKA MENINGGAL DUNIA

07:11 0
Perawatan Jenazah Bab III:  KETIKA MENINGGAL DUNIA
Perawatan Jenazah Bab III: KETIKA MENINGGAL DUNIA

Jika sudah meninggal dunia maka orang-orang yang ada disekitarnya harus melakukan hal-hal berikut :

1. Memejamkan mata mayyit

2. Mendo'akan

3. Menutupnya dengan kain yang meliputi semua anggota tubuhnya. Tapi jika yang meninggal sedang melakukan ihram, maka kepala dan wajahnya tidak ditutupi

4. Bersegera menyelenggarakan jenazahnya setelah yakin bahwa ia sudah betul-betul meninggal

5. Menguburkan di kampung tempat ia meninggal, tidak memindahkan ke daerah lain kecuali dalam kondisi darurat. Karena memindahkan mayat ke daerah lain berarti menyalahi perintah mempercepat pelaksanaan jenazah.
6. Bersegera menyelesaikan utang-utangnya semuanya dari harta si mayyit sendiri, mekipun sampai habis hartanya, maka negaralah yang menutupi utang-utangnya setelah ia sendiri sudah berusaha membayarnya. Jika negara tidak melakukan hal itu dan ada yang berbaik budi melunasinya, maka hal itu dibolehkan.

Perawatan Jenazah BAB II: MENJELANG MATI

07:05 0
Perawatan Jenazah BAB II: MENJELANG MATI
Perawatan Jenazah BAB II: MENJELANG MATI

1. Menjelang mati, maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus melakukan hal-hal berikut :

a. Mentalqin (menuntun) mengucapkan:


 -لاَ إِلَـهَ إِلاَّ الله- 

"Artinya : Tiada yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah"

b. Mendo'akan

c. Mengucapkan perkataan yang baik.

2. Adapun membacakan surat Yaa sin di sisi orang yang meninggal atau menghadapkan ke kiblat maka amalan tersebut tidak ada dalilnya.

3. Seorang muslim boleh menghadiri kematian orang non-muslim untuk menganjurkan kepadanya supaya masuk Islam (sebelum meninggal dunia).

Perawatan Jenazah Bab I: PADA SAAT SAKIT

06:59 0
Perawatan Jenazah Bab I: PADA SAAT SAKIT
Perawatan Jenazah Bab I: PADA SAAT SAKIT

Orang yang sakit wajib menerima qadha (ketentuan) Allah, bersabar menghadapi serta berbaik sangka kepada Allah, semua ini baik baginya.

1. Ia harus mempunyai perasaan takut serta harapan, yaitu takut akan siksaan Allah karena adanya dosa-dosa yang telah ia lakukan, serta harapan akan rahmat Allah.

2. Bagaimana parahnya penyakitnya, ia tidak boleh mengangan-angan kematian, kalaupun terpaksa, maka hendaknya ia berdoa : 


-اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي- 

"Artinya : Ya Allah hidupkanlah akau jika kehidupan lebih baik bagiku, matikanlah aku jika kematian lebih baik bagiku"

3. Jika ia mempunyai kewajiban yang menyangkut hak orang lain, hendaknya menyelesaikan secepat mungkin. Jika tidak mampu hendaknya berwasiat untuk penyelesaiannya.

4. Ia harus bersegera berwasiat.

Monday, 3 September 2018

Positive Thinking kepada Allah " GUBUK YANG TERBAKAR"

02:55 0
Positive Thinking kepada Allah " GUBUK YANG TERBAKAR"
Positive Thinking kepada Allah: "GUBUK YANG TERBAKAR"

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan kapal laut terdampar di sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Dia memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkannya, dan setiap hari dia memandang kejauhan siapa tahu akan ada yang datang.

Lelah dengan kondisinya, dia akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah gubuk kecil dari kayu-kayu sisa pecahan kapal untuk melindungi dirinya dari panas dinginnya udara dan untuk menyimpan beberapa barang bawaannya yang tersisa.
Tetapi suatu hari, setelah berburu makanan, dia mendapati gubuk kecilnya sedang terbakar hebat,asap bergulung-gulung ke langit. Sesuatu yang sangat buruk telah terjadi; segala sesuatunya musnah. Dia sangat sedih dan marah. "Tuhan, teganya kau melakukan hal ini padaku!" teriaknya.

Keesokan harinya, dia terbangunkan oleh suara kapal boat yang mendekati pulau itu. Mereka datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kalian tahu kalau saya ada di sini?" tanya laki-laki yang lelah itu kepada para penolongnya. "Kami kemarin melihat tanda asap yang kamu buat, "jawab mereka.

Mudah sekali merasa kecil hati ketika segala sesuatunya terjadi tidak sesuai harapan. Tapi kita tidak boleh berputus asa karena Tuhan selalu mempunyai rencana kepada kita, bahkan di saat-saat kesedihan dan penderitaan.

Maka jika suatu hari nanti gubuk kecilmu terbakar habis tak tersisa - mungkin saja Tuhan menjadikan itu sebagai tanda asap untuk mendatangkan kebaikan pada diri kita.

Berbaiksangkalalah selalu kepada Allah. Husnudhan kepada Allah. Selalu bersikap positive thinking kepadaNya.

Allah senantiasa menuruti prasangka hambaNya. Jika si hamba berprasangka baik, maka kebaikan akan selalu meliputinya. Sebaliknya, jika si hamba selalu buruk sangka kepada Allah, maka hanya keburukanlah yang akan selalu menaunginya. Wal 'iyaadzu billaah.

Boleh di Share jika bermanfaat 🙏🇮🇩👍

Sunday, 2 September 2018

Khutbah Jum'at: Tiga Sumpah Nabi

21:49 0
Khutbah Jum'at: Tiga Sumpah Nabi
Khutbah Jum'at: Tiga Sumpah Nabi

Khutbah Pertama



ﺇﻥَّ ﺍﻟـﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠّﻪِ ﻧَـﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ، ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥ ﻻَّ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُـﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪ .
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻟًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﺴَﺎﺀَﻟُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴﺒًﺎ
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮﺍ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﺳَﺪِﻳﺪًﺍ
ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ

Alhamdulillah, segala puji milik Allah 'Azza wa Jalla. Shalawat dan salam kita haturkan kepada suri tauladan terbaik, Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihi wa sallam.

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Lewat mimbar ini, khatib menyeru, mengajak kepada diri khatib sendiri dan kepada jamaah semuanya. Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, taqwa dengan sebenar-benarnya, dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Semoga kita diberi kemudahan dan keistiqamahan dalam melaksanakan amal-amal kebajikan sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah 'Azza wa Jalla hingga datang "al-yaqiin" atau kematian menjemput kita.

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Sumpah biasanya digunakan untuk menunjukkan atau mengemukakan kebenaran yang sesungguhnya. Dengan sumpah, mestinya kita menjadi yakin dan tidak ragu sedikitpun terhadap kebenaran yang dimaksudkan di dalam sumpah itu. Untuk meyakinkan dan menarik perhatian kita tentang suatu persoalan yang sangat penting, Allah Swt di dalam Al-Qur’an juga bersumpah dengan menyebut sesuatu. 

Di dalam hadits, terdapat juga sumpah Nabi Muhammad Saw sehingga apa yang menjadi sumpahnya itu sangat penting untuk kita perhatikan agar kita semakin yakin. Diantara sumpah beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:



ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﺃُﻗْﺴِﻢُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ، ﻭَﺃُﺣَﺪِّﺛُﻜُﻢْ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﻓَﺎﺣْﻔَﻈُﻮﻩُ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﻧَﻘَﺺَ ﻣَﺎﻝُ ﻋَﺒْﺪٍ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ، ﻭَﻻَ ﻇُﻠِﻢَ ﻋَﺒْﺪٌ ﻣَﻈْﻠِﻤَﺔً ، ﻓَﺼَﺒَﺮَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ، ﺇِﻻَّ ﺯَﺍﺩَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋِﺰًّﺍ ، ﻭَﻻَ ﻓَﺘَﺢَ ﻋَﺒْﺪٌ ﺑَﺎﺏَ ﻣَﺴْﺄَﻟَﺔٍ ، ﺇِﻻَّ ﻓَﺘَﺢَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺑَﺎﺏَ ﻓَﻘْﺮٍ

 “Tiga hal yang aku bersumpah atas ketiganya: tidak berkurang harta karena shadaqah, tidak teraniaya seorang hamba dengan aniaya yang ia sabar atasnya melainkan Allah Azza Wa Jalla menambahinya kemuliaan dan tidak membuka seorang hamba pintu permintaan melainkan Allah membuka atasnya pintu kefakiran” (HR. At-Tirmidzi

1. Harta Tidak Berkurang Karena Shadaqah. 


Salah satu keharusan kita sebagai muslim dalam kaitan dengan harta adalah menunaikan zakat, infak dan shadaqah (ZIS). Namun tidak sedikit orang yang meskipun sudah mengaku muslim tapi masih tidak mau menunaikan keharusannya itu. 


Diantara mereka ada yang khawatir bila ZIS itu ditunaikan hartanya akan berkurang, bahkan bisa jadi ia menjadi miskin. Kekhawatiran itu merupakan sesuatu yang tidak beralasan, hal ini karena Rasulullah Saw memberikan jaminan bahwa bila seseorang menunaikan shadaqah, maka hartanya justeru akan bertambah. Memang pada saat ia keluarkan uang atau hartanya untuk shadaqah, hartanya memang akan berkurang, tapi dari dampak atau pengaruh positifnya ia akan memperoleh tambahan, baik dalam bentuk jumlah maupun nilai dari harta itu sendiri.


Dalam bentuk jumlah, harta yang dishadaqahkan mungkin saja bertambah, misalnya ia berdagang, setelah keuntungannya besar ia bershadaqah, maka orang yang diberinya shadaqah itu mendo’akan agar hartanya bertambah banyak dan do’a itupun dikabulkan oleh Allah Swt sehingga perdagangannya semakin laris sehingga semakin banyak yang bisa dijual. 


Adapun nilai yang besar, ini nampak dari keutamaan yang sedemikian besar yang diberikan Allah Swt kepada orang yang membelanjakan hartanya di jalan yang benar, Allah Swt berfirman: 


Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui (QS 2:261).

2. Penganiayaan Membawa Kemuliaan


Ada banyak contoh tentang orang yang dianiaya, manakala mereka tetap sabar dan istiqomah dalam mempertahankan kebenaran yang diyakininya akan membawa pada kemuliaan dirinya dan si penganiaya yang merasa sebagai orang yang jauh lebih mulia menjadi manusia dengan segala kerendahan martabat kepribadian yang disandangkan kepadanya. Nabi Ibrahim AS yang ketika itu masih muda belia mengalami penganiayaan dari Raja Namruz hingga Ibrahim dibakar, lalu ditolong oleh Allah Swt, hal ini bukan membawa kehinaan bagi Nabi Ibrahim tapi malah menjadikannya orang yang mulia hingga pengikutnya bertambah banyak.


Kaum muslimin di Makkah pada masa Rasulullah Saw juga mengalami penganiayaan dari orang-orang kafir, mereka diboikot, dibunuh, disiksa hingga terusir dari kota kelahiran mereka. Namun hal itu tidak membuat Rasulullah dengan para sahabatnya menjadi hina, tapi justru membawa kemuliaan. Ketika para sahabat berhijrah ke Habasyah, mereka mendapatkan perlindungan atau suaka dari Raja Najasi yang beragama Nasrani hingga akhirnya sang raja masuk ke dalam Islam, sedangkan Rasulullah bersama para sahabat lainnya berhijrah ke Madinah yang kemudian berhasil menyatukan kaum kaum muslimin dari Makkah dan Madinah hingga menghasilkan kekuatan umat yang disegani.


Di Mesir, para aktivis dakwah pernah mengalami penganiyaan dari penguasa Mesir yang zalim pada waktu itu, penganiayaan dimaksudkan untuk menghambat dan menghentikan langkah-langkah dakwah, tapi gerakan dakwah justru semakin tersebar luas hingga ke berbagai negara di dunia, karena para aktivis dakwah yang dipenjara menghasilkan karya tulis yang gemilang seperti Sayyid Quthb dengan Fi Dzilalil Qur’an, terbunuhnya Hasan Al Banna menarik simpati dan pengusiran para akltivis dakwah membuat mereka bisa berdakwah ke berbagai negara.


Oleh karena itu, para pejuang kebenaran Islam tidak boleh takut menghadapi segala tantangan dan berbagai kendala, karena hal itu pasti ada saatnya berlalu dan bila para pejuang menghadapi segala tantangan dan kendala dengan sikap istiqomah, maka mereka akan menjadi orang-orang yang mulia, begitulah yang terjadi pada Bilal bin Rabah, sahabat Nabi yang budak lalu dibebaskan oleh Abu Bakar Ash Shiddik karena istiqomahnya dalam mempertahankan nilai-nilai tauhid, begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Huzafah yang disambut dengan kemuliaan oleh Khalifah Umar bin Khattab karena ia istiqomah dalam menghadapi penganiayaan yang dilakukan oleh raja Romawi yang kejam.


3. Mengemis Bertambah Fakir


Seorang muslim sangat dituntut untuk mencari rizki secara halal dan terhormat guna memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Karena itu, dalam pandangan Islam bekerja untuk mendapatkan nafkah secara halal merupakan sesuatu yang sangat mulia meskipun jenis pekerjaannya berat secara fisik dan pendapatan dari situpun tidak besar. 


Adapun mencari harta dengan cara mengemis merupakan cara yang tidak terhormat meskipun banyak harta yang diperolehnya, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: 


Seseorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar, lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya, maka itu lebih baik daripada seorang yang meminta minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak (HR. Bukhari dan Muslim). 

Oleh karena itu, Rasulullah Saw menilai bahwa orang yang kaya itu tidak semata-mata dengan sebab hartanya yang banyak, hal ini karena meskipun jumlah hartanya banyak, namun jika ia tidak pandai bersyukur atas harta yang sudah diperolehnya itu, apalagi dengan hartanya yang banyak ia tidak bermartabat, tetaplah ia dipandang sebagai orang miskin, apalagi bila harta yang dimilikinya dicari dengan cara mengemis yang bila dengan waktunya yang tersedia ia bekerja atau berusaha dengan baik, disamping lebih terhormat, ia akan memperoleh harta yang lebih banyak dengan jiwa yang menyenangkan, Rasulullah Saw bersabda: 


Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (HR. Abu Ya’la).

Disamping itu, sumpah Nabi ini menjadi benar karena biasanya semakin lama beban hidup seseorang semakin besar, dan ia akan mampu menutupi kebutuhannya itu dengan berusaha yang halal dan terhormat, namun bila dari mengemis ia tidak memperoleh dalam jumlah yang cukup sehingga disatu sisi kebutuhannya semakin besar, sedang pendapatannya tetap seperti semula, maka jadilah ia bertambah fakir. Karena itu, tidak sedikit orang yang semula mengemis akhirnya menjadi pencuri, karena ia merasa tidak cukup dari hasil mengemis itu, bukankah ini membuat ia bertambah miskin secara ekonomi dan bertambah rendah martabatnya sebagai manusia.


Demikianlah tiga sumpah Nabi Muhammad Saw yang benar adanya sehingga harus mendapat perhatian kita agar kehidupan ini dapat kita jalani dengan sebaik-baiknya. 


ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟِﻲْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥِ ﺍﻟﻜَﺮِﻳْﻢِ ﻭَﻧَﻔَﻌْﻨِﻲ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻓِﻴْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻵﻳَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﺍﻟﺤَﻜِﻴْﻢِ . ﺃَﻗُﻮْﻝُ ﻗَﻮْﻟِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﻭَﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻲْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻟِﺴَﺎﺋِﺮِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺫَﻧْﺐٍ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭْﻩُ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻐَﻔُﻮْﺭُ ﺍﻟﺮَﺣِﻴْﻢُ

Khutbah Kedua


ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ ﻭَﻧَﺘُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ، ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﻦْ ﺗَﺠِﺪَ ﻟَﻪُ ﻭَﻟِﻴًﺎ ﻣُﺮْﺷِﺪًﺍ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ؛ ﺃَﺭْﺳَﻠَﻪُ ﺑِﺎﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺩِﻳْﻦِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﻟِﻴُﻈْﻬِﺮَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻛُﻠِّﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺮِﻩَ ﺍﻟﻜَﺎﻓِﺮُﻭْﻥَ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺒْﺪِﻙَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻚَ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻬُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ .
ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ : ﺍِﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﻭَﺗُﻮْﺑُﻮْﺍ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Dari khutbah pertama dapat kita ambil beberapa pelajaran:

Pertama, bahwa apa yang kita infakkan, harta yang kita sedekahkan akan diberikan balasan oleh Allah dengan sebaik-baiknya balasan. Harta tidak akan berkurang dengan kita belanjakan di jalan Allah. Justru dengannya menjadi pembuka rizki-rizki Allah lainnya. 
Kedua, hendaknya kita senantiasa bersikap sabar dalam menghadapi segala cobaan hidup.
Ketiga, berkaitan dengan pelajaran yang pertama. Seorang muslim pantang bermental pengemis. Karena mengemis akan menambah kehinaan pada hari kiamat. Seorang muslim harus menjadi pribadi yang pekerja keras dan cerdas. Sehingga dengan harta yang dimiliki bisa mengangkat derajat kita dengan membelanya di jalan Allah. Itulah harta kita sesungguhnya. Harta yang akan membahagiakan kita kelak di hari akhirat. 

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻳَﺂﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴﻤًﺎ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﻛَﻤَﺎ ﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ، ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ، ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏْـﻔِـﺮْ ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕِ، ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻇَﻠَﻤْﻨَﺎ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻨَﺎ ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻐْـﻔِـﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺗَﺮْﺣَﻤْﻨَﺎ ﻟَﻨَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳْﻦَ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟﺘُّﻘَﻰ ﻭَﺍﻟْﻌَﻔَﺎﻑَ ﻭَﺍﻟْﻐِﻨَﻰ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﻌُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺯَﻭَﺍﻝِ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻚَ ﻭَﺗَﺤَﻮُّﻝِ ﻋَﺎﻓِﻴَﺘِﻚَ ﻭَﻓُﺠَﺎﺀَﺓِ ﻧِﻘْﻤَﺘِﻚَ ﻭَﺟَﻤِﻴْﻊِ ﺳَﺨَﻄِﻚَ 
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ . 
ﻭَﺁﺧِﺮُ ﺩَﻋْﻮَﺍﻧَﺎ
ﺃَﻥِ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ . ﻭَﺻَﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ

(Sumber : Tiga Sumpah Nabi, Penulis: Drs. H. Ahmad Yani, alhikmah.com/Editor: CUC)

Saturday, 1 September 2018

Khutbah Jum'at: Sikap Terhadap Syaitan

20:59 0
Khutbah Jum'at: Sikap Terhadap Syaitan
Khutbah Jum'at: Sikap Terhadap Syaitan

Khutbah Pertama:


ﺇﻥَّ ﺍﻟـﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠّﻪِ ﻧَـﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ، ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥ ﻻَّ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُـﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪ .
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻤُﻮﺗُﻦَّ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻟًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﺴَﺎﺀَﻟُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴﺒًﺎ
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮﺍ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﺳَﺪِﻳﺪًﺍ

ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, pada jum'at yang insyaaAllah penuh berkah ini, kita dapat berkumpul bersama atas izin-Nya, untuk bersama-sama menunaikan kewajiban shalat Jum'at. Semoga apa yang kita lakukan, dinilai sebagai amal kebaikan yang berlipat balasannya. 
Shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabiyullah, Nabi Akhir Zaman, Penutup para Nabi, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Khatib wasiatkan kepada diri khatib pribadi, dan kepada seluruh jama'ah jum'at semuanya, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan mengerjakan apa yang telah diperintahkan dan menjauhi semua yang dilarangNya.

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Syaitan merupakan salah satu dari makhluk Allah Subhanahu wa ta'ala yang pada dasarnya dicipta untuk mengabdi kepada Allah Subhanahu wa ta'ala sebagaimana manusia dicipta juga untuk beribadah kepada-Nya. Hal ini karena syaitan berasal dari golongan jin yang sama-sama dicipta untuk mengabdi (beribadah)/kepada Allah Subhanahu wa ta'ala sebagaimana firman-Nya: 

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ


“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi (beribadah) kepadaku” (QS 51:56).

Adapun syaitan atau iblis berasal dari golongan jin disebutkan dalam firman Allah: 


وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ  كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖ ۗ  اَفَتَـتَّخِذُوْنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗۤ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِيْ وَهُمْ لَـكُمْ عَدُوٌّ  ۗ  بِئْسَ لِلظّٰلِمِيْنَ بَدَلًا

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “sujudlah kalian kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis, dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?. Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim" (QS Al-Kahfi [18] ayat 50).

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa ta'ala mengemukakan sikap-sikap yang ditunjukkan oleh manusia terhadap syaitan dan menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya kita bersikap kepadanya agar dapat mewujudkan kehidupan yang baik di dunia ini sehingga membawa kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

1. Sebagai Saudara

Dalam bersikap kepada syaitan, ada manusia yang menjadikannya seperti saudara sehingga ia memiliki sifat-sifat yang sama sebagaimana yang dimiliki oleh syaitan, satu diantaranya adalah melakukan apa yang disebut dengan tabdzir dalam penggunaan harta, yakni menggunakan atau membelanjakan harta untuk sesuatu yang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik sedikit apalagi banyak. Dalam bahasa kita hal ini diistilahkan dengan pemborosan, karena mengandung kesia-siaan. Orang yang melakukan hal ini disebut dengan mubadzdzir. Harta yang kita miliki, sebanyak apapun dia sangat banyak yang membutuhkannya baik untuk keluarga sendiri yang memang sangat berhak maupun orang lain seperti orang miskin dan orang yang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: 

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ  وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْۤا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ   ۗ  وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra [17]:26-27).

2. Sebagai Pemimpin dan Pelindung

Dalam kehidupan ini, manusia membutuhkan pemimpin, namun manusia tidak boleh sembarangan memilih pemimpin, karena hal itu bisa mengakibatkan persoalan yang sangat pelik. Namun yang amat disayangkan adalah ada manusia yang menjadikan syaitan atau orang-orang yang berwatak syaitan sebagai pemimpin sehingga kepemimpinan itu membawa akibat negatif yang sangat besar, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: 

اِنَّهٗ لَـيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ  يَتَوَكَّلُوْنَ

اِنَّمَا سُلْطٰنُهٗ عَلَى الَّذِيْنَ يَتَوَلَّوْنَهٗ وَالَّذِيْنَ  هُمْ بِهٖ مُشْرِكُوْنَ

"Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orangn yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya menjadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah." (QS. An-Nahl [16]: 99-100).

Kata sulthan (kekuasaan) dalam ayat di atas berasal dari kata As Salith yang maksudnya adalah minyak yang digunakan untuk menyalahan lampu/pelita yang menggunakan sumbu. Ini berarti sulthan adalah keterangan atau bukti yang menjelaskan sesuatu dengan terang dan mampu meyakinkan pihak lain, baik benar maupun salah. Syaitan memang memiliki kemampuan untuk memperdaya manusia, namun yang bisa diperdaya oleh syaitan hanyalah orang-orang yang lemah imannya, yang menjadikannya sebagai pemimpin, sama seperti virus sebuah penyakit yang hanya akan menimpa orang-orang yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Penggunaan kata wali (pelindung) terhadap syaitan juga disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala yang artinya: Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman) . Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (QS 2:257).

Ini berarti ada manusia yang menjadikan syaitan sebagai pemimpin dan pelindung. Kata wali bermaksud sesuatu yang langsung datang atau berada sesudah sesuatu yang lain, tidak ada perantara diantara keduanya. Ketika Allah Subhanahu wa ta'ala atau syaitan yang dijadikan sebagai wali oleh manusia, itu artinya manusia memiliki hubungan yang sangat dekat sehingga langsung ditolong, dibantu dan dilindungi. Ketika Allah Subhanahu wa ta'ala yang dijadikan sebagai wali (pemimpin dan pelindung), maka Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kesesatan kepada cahaya yang, yakni petunjuk hidup yang benar, namun ketika manusia menjadikan syaitan sebagai wali, maka syaitan akan mengeluarkan manusia dari jalan hidup yang benar (cahaya) kepada kegelapan atau kesesatan yang banyak.

3. Sebagai Kawan

Dalam kehidupan ini, manusia tidak bisa hidup sendirian, ia membutuhkan kawan ang dapat menghibur dikala duka, yang dapat membantu dikala susah dan menemaninya dikala sepi, bahkan memecahkan persoalan saat menghadapi masalah. Karena itu, manusia seharusnya menjadikan orang-orang yang baik dan shaleh sebagai kawan, karenanya Allah Subhanahu wa ta'ala berpesan kepada setiap mu’min untuk selalu berkawan kepada orang-orang yang shiddik (benar), Allah berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ


"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar". (QS. At-Taubah [9]:119).

Karena itu amat disayangkan bila manusia menjadikan syaitan atau orang-orang yang berwatak syaitan sebagai kawan dekatnya, akibatnya merebaklah berbagai kejahatan yang disebarluaskan oleh syaitan, karena syaitan dan pengikut-pengikutnya hanya akan membuat manusia menempuh jalan hidup yang sesat hingga berujung ke neraka, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: 

Diantara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang sangat jahat, yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya dan membawanya ke azab neraka (QS 22:4)

4. Sebagai Musuh

Sikap terbaik yang harus ditunjukkan oleh manusia terhadap syaitan adalah menganggap dan menjadikannya sebagai musuh yang harus diperangi dan diwaspadai setiap saat. Syaitan harus diperlakukan sebagai musuh karena sepak terjangnya dalam kehidupan kita menjadi kendala besar bagi kita untuk bisa menjadi muslim yang sejati, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: 

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS 2:208)

Di samping itu, seruan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk memperlakukan syaitan sebagai musuh tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman, tapi juga kepada seluruh umat manusia, karena ada kebutuhan-kebutuhan manusia yang harus dipenuhinya dan ia tidak boleh menghalalkan segala cara dalam upaya mencapainya, Hal ini karena, meskipun manusia tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atau tidak menjadi muslim, dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, tetap saja mereka yang tidak beriman kepada Allah-pun tidak membenarkan upaya yang menghalalkan segala cara, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: 

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS 2:168). 

ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟِﻲْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥِ ﺍﻟﻜَﺮِﻳْﻢِ ﻭَﻧَﻔَﻌْﻨِﻲ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻓِﻴْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻵﻳَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﺍﻟﺤَﻜِﻴْﻢِ . ﺃَﻗُﻮْﻝُ ﻗَﻮْﻟِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﻭَﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻲْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻟِﺴَﺎﺋِﺮِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺫَﻧْﺐٍ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭْﻩُ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻐَﻔُﻮْﺭُ ﺍﻟﺮَﺣِﻴْﻢُ

Khutbah Kedua:


ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ ﻭَﻧَﺘُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ، ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﻦْ ﺗَﺠِﺪَ ﻟَﻪُ ﻭَﻟِﻴًﺎ ﻣُﺮْﺷِﺪًﺍ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ؛ ﺃَﺭْﺳَﻠَﻪُ ﺑِﺎﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺩِﻳْﻦِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﻟِﻴُﻈْﻬِﺮَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻛُﻠِّﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺮِﻩَ ﺍﻟﻜَﺎﻓِﺮُﻭْﻥَ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺒْﺪِﻙَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻚَ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻬُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ .

ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ : ﺍِﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﻭَﺗُﻮْﺑُﻮْﺍ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Keharusan manusia menjadikan syaitan sebagai musuh juga karena dalam kehidupan bersama, manusia sangat mendambakan kedamaian hidup, sedangkan syaitan selalu menanamkan perselisihan, permusuhan ke dalam jiwa manusia hingga akhirnya terjadi peperangan; tidak hanya dengan kata-kata tapi juga perang secara fisik dengan korban harta dan jiwa yang sedemikian banyak serta membawa dampak kejiwaan yang negatif, dan ini sebenarnya tidak dikehendaki oleh manusia, Allah Swt berfirman: 

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi manusia (QS 17:53).

Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

Manakala kita siap menjadikan syaitan sebagai musuh, maka setiap kita harus waspada 24 jam setiap harinya, memiliki kesiapan untuk “berperang” dengannya dalam arti tidak ada kompromi dengan syaitan, memiliki daya tahan yang kuat untuk menghalau godaan syaitan dan memohon perlindungan kepada Allah Swt dari gangguan-gangguan syaitan, bila ini yang kita lakukan, maka kita bisa menjadi orang yang bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. 

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴﻤﺎً


ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﺒْﺪِﻙَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟِﻚَ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ


ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﺍَﻟْﺄَﺣْﻴَﺎﺀِ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣْﻮَﺍﺕِ .

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟَﻨَﺎ ﺩِﻳْﻨَﻨَﺎ ﺍَﻟَّﺬِﻱْ ﻫُﻮَ ﻋِﺼْﻤَﺔُ ﺃَﻣْﺮِﻧَﺎ، ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟَﻨَﺎ ﺩُﻧْﻴَﺎﻧَﺎ ﺍَﻟَّﺘِﻲ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻣَﻌَﺎﺷُﻨَﺎ، ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟَﻨَﺎ ﺁﺧِﺮَﺗَﻨَﺎ ﺍَﻟَّﺘِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻣَﻌَﺎﺩُﻧَﺎ، ﻭَﺍﺟْﻌَﻞِ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺓَ ﺯِﻳَﺎﺩَﺓً ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ ﻭَﺍﻟﻤَﻮْﺕَ ﺭَﺍﺣَﺔً ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﺮٍّ .

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟِﺈِﺧْﻮَﺍﻧِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺳَﺒَﻘُﻮْﻧَﺎ ﺑِﺎﻹِﻳْﻤَﺎﻥِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮْﺑِﻨَﺎ ﻏِﻠًّﺎ ﻟِﻠَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﺭَﺅُﻭْﻑٌ ﺭَﺣِﻴْﻢٌ . 

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﺰِﻍْ ﻗُﻠُﻮْﺑَﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﺫْ ﻫَﺪَﻳْﺘَﻨَﺎ ﻭَﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻟَّﺪُﻧْﻚَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﻮَﻫَّﺎﺏُ . 

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .

ﻋِﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪِ :
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺄْﻣُﺮُ ﺑِﺎﻟْﻌَﺪْﻝِ ﻭَﺍﻟْﺈِﺣْﺴَﺎﻥِ ﻭَﺇِﻳﺘَﺎﺀِ ﺫِﻱ ﺍﻟْﻘُﺮْﺑَﻰ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺍﻟْﺒَﻐْﻲِ ﻳَﻌِﻈُﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺬَﻛَّﺮُﻭﻥَ

Sumber : Sikap Terhadap Syaitan, Drs. H. Ahmad Yani, alhikmah.com [30.07.2003]

Editor: CUC